Blue Band Dukung 'Ibu Siapkan Sarapan untuk Buah Hati'

Sabtu, 22/02/2014

NERACA

Blue Band percaya, anak yang sarapan dengan gizi yang cukup setiap pagi dapat tumbuh dan berprestasi dengan optimal. Menyambut Pekan Sarapan Nasional (Pesan) 2014, Blue Band pun mengajak 5.000 siswa sekolah dasar untuk sarapan serentak sebagai tanda dimulainya Gerakan 21 Hari Sarapan Bernutrisi di sekolah-sekolah dasar sebagai bentuk komitmen Blue Band untuk menanamkan kebiasaan sarapan sejak dini.

Brand Manager Blue Band Johan Mantik mengungkapkan, pihaknya berkomitmen untuk terus menyajikan nutrisi penting dengan rasa yang lezat dalam memenuhi kebutuhan gizi anak setiap hari. “Gerakan ini telah kami mulai sejak tahun 2013 dan dengan tujuan untuk menginspirasi siswa sekolah dasar agar kebiasaan sarapan dengan gizi cukup dapat tertanam sejak dini,” ujar dia.

Menurut dia, sarapan dapat meningkatkan konsentrasi belajar dan stamina bagi anak sekolah. Namun sebuah penelitian menyebutkan bahwa 44,6% dari 35.000 anak usia sekolah dasar memperoleh asupan energi kurang dari 15% kebutuhannya, yang seharusnya 15-30% kebutuhan.

Penelitian lain juga menunjukkan bahwa lebih dari 50% anak di kota tidak sarapan. Untuk itu Blue Band mendukung Pesan untuk terus menginspirasi lebih banyak anak agar memiliki kebiasaan sarapan dan lebih banyak ibu dapat menyiapkan sarapan bagi buah hati setiap pagi.

Prof Hardinsyah, ketua umum Pergizi Pangan Indonesia mengungkapkan, Pesan diharapkan menjadi momentum berkala untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya sarapan dengan gizi cukup untuk mewujudkan gizi seimbang. Sarapan sendiri diartikan sebagai kegiatan makan dan minum sebelum pukul sembilan pagi untuk memenuhi sebagian kebutuhan gizi harian (15-30% kebutuhan gizi). Sarapan juga merupakan salah satu pilar gizi seimbang dalam rangka mewujudkan hidup sehat, aktif dan cerdas.

Namun, lanjut dia, menanamkan kebiasaan sarapan pada anak tidaklah mudah. Beberapa hal yang menyebabkan sulitnya menanamkan kebiasaan sarapan sebelum sekolah pada anak-anak di Indonesia diantaranya: tidak tersedia pangan untuk disantap, pangan tidak menarik, jenis pangan yang disediakan monoton (membosankan), dan tidak cukup waktu karena harus berangkat pagi.

“Di sinilah peran penting para ibu dalam menyiapkan pangan sarapan yang cukup gizinya, dalam waktu cepat dan menarik untuk anak,” kata dia.

Johan menambahkan, Blue Band mengerti bahwa ibu memiliki peran kunci dalam menanamkan kebiasaan sarapan bagi anak-anak, sementara banyak sekali tantangan yang dihadapi oleh para ibu terutama di kota besar. Salah satunya, keterbatasan waktu untuk menyiapkan sarapan dengan gizi cukup.

“Untuk itu kami berupaya membantu para ibu agar dapat menyiapkan sarapan bagi buah hati dengan gizi yang cukup dengan mudah dan cepat, yaitu melalui Resep Sarapan Blue Band Lezat Bernutrisi dalam 10 Menit untuk memberikan solusi kepada para ibu agar dapat menyajikan sarapan untuk buah hatinya dalam waktu kurang dari 10 menit. Selain itu kami juga memberikan beberapa tips untuk menjadikan sarapan lebih menyenangkan misalnya dengan menggunakan peralatan makan yang menarik,” ucap Johan.