BNI Sumbang Korban Gunung Kelud

Senin, 17/02/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kediri ikut meringankan beban korban bencana letusan Gunung Kelud di Kediri dan sekitarnya, dengan mendistribusikan bantuan ke posko-posko pengungsian.

Corporate Secretary BNI, Tribuana Tunggadewi menjelaskan, langkah ini merupakan salah satu program BNI Peduli yang dilakukan oleh unit Corporate Community Responsibility (CCR) untuk hadir memberikan bantuan kepada korban bencana alam.

"Paket bantuan yang disampaikan Jumat sore atau malam ini kepada penduduk yang terkena dampak bencana, kami distribusikan dari BNI Wilayah Surabaya berupa makanan siap saji, masker, makanan bayi, dan obat-obatan," ujar Tribuana di Jakarta, pekan lalu.

Dia pun menambahkan BNI Wilayah Semarang juga turut membagikan masker bagi penduduk di daerah Yogyakarta dan Solo yang terkena abu vulkanik Gunung Kelud. Selain itu, BNI memastikan pengamanan atas outlet dan Anjungan Tunai Mandiri atau ATM yang terkena bencana letusan di sejumlah daerah seperti Kediri, Solo, Yogyakarta dan sekitarnya, dilakukan semaksimal mungkin.

Pada hari pertama bencana letusan Gunung Kelud, Kamis (14/2), seluruh outlet dan ATM di daerah yang terkena dampak bencana letusan terparah, yaitu Kediri, masih beroperasi secara normal hingga pukul 13.30 waktu setempat.

"Namun, setelah itu ada lima outlet yang kami tutup operasionalnya karena berada di lokasi paling dekat dengan Gunung Kelud, yaitu sekitar 25 kilometer. Penutupan kami lakukan karena kawasan itu sudah sangat sepi, dan tidak ada nasabah yang dilayani," terang dia.

Ke lima outlet yang ditutup adalah Kantor Cabang Utama (KCU) Kediri, Kantor Layanan Nasabah (KLN) Pasar Pahing, KLN Kerbumo, KLN Nganjuk, dan KLN Pare. Selain itu, ada 19 ATM yang terganggu operasionalnya akibat sambungan satelit yang tertutup abu vulkanik tebal.

"Hingga saat ini, belum ada kerugian material di seluruh outlet dan ATM BNI. Kami sudah melakukan pembersihan abu vulkanik di beberapa tempat, seperti Solo, Yogyakarta, Wonogiri, Magelang, Karanganyar, dan sekitarnya," tandasnya. [ardi]