BNI Sumbang Korban Gunung Kelud

NERACA

Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kediri ikut meringankan beban korban bencana letusan Gunung Kelud di Kediri dan sekitarnya, dengan mendistribusikan bantuan ke posko-posko pengungsian.

Corporate Secretary BNI, Tribuana Tunggadewi menjelaskan, langkah ini merupakan salah satu program BNI Peduli yang dilakukan oleh unit Corporate Community Responsibility (CCR) untuk hadir memberikan bantuan kepada korban bencana alam.

"Paket bantuan yang disampaikan Jumat sore atau malam ini kepada penduduk yang terkena dampak bencana, kami distribusikan dari BNI Wilayah Surabaya berupa makanan siap saji, masker, makanan bayi, dan obat-obatan," ujar Tribuana di Jakarta, pekan lalu.

Dia pun menambahkan BNI Wilayah Semarang juga turut membagikan masker bagi penduduk di daerah Yogyakarta dan Solo yang terkena abu vulkanik Gunung Kelud. Selain itu, BNI memastikan pengamanan atas outlet dan Anjungan Tunai Mandiri atau ATM yang terkena bencana letusan di sejumlah daerah seperti Kediri, Solo, Yogyakarta dan sekitarnya, dilakukan semaksimal mungkin.

Pada hari pertama bencana letusan Gunung Kelud, Kamis (14/2), seluruh outlet dan ATM di daerah yang terkena dampak bencana letusan terparah, yaitu Kediri, masih beroperasi secara normal hingga pukul 13.30 waktu setempat.

"Namun, setelah itu ada lima outlet yang kami tutup operasionalnya karena berada di lokasi paling dekat dengan Gunung Kelud, yaitu sekitar 25 kilometer. Penutupan kami lakukan karena kawasan itu sudah sangat sepi, dan tidak ada nasabah yang dilayani," terang dia.

Ke lima outlet yang ditutup adalah Kantor Cabang Utama (KCU) Kediri, Kantor Layanan Nasabah (KLN) Pasar Pahing, KLN Kerbumo, KLN Nganjuk, dan KLN Pare. Selain itu, ada 19 ATM yang terganggu operasionalnya akibat sambungan satelit yang tertutup abu vulkanik tebal.

"Hingga saat ini, belum ada kerugian material di seluruh outlet dan ATM BNI. Kami sudah melakukan pembersihan abu vulkanik di beberapa tempat, seperti Solo, Yogyakarta, Wonogiri, Magelang, Karanganyar, dan sekitarnya," tandasnya. [ardi]

BERITA TERKAIT

Mengurangi Masalah Sampah Pendakian di Gunung Rinjani

Sebagai salah satu kawasan geopark dunia, Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki daya tarik bagi siapapun yang…

BNI Ajak Karyawan Berdonasi Lewat Aplikasi Yap - Rayakan Hari Jadi Ke-72

Sebagai bentuk ungkapan rasa syukur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI yang telah genap berusia 72 tahun pada…

BNI Tumbuh Lampaui Fungsi Perbankan - Transformasi Digital di Usia Ke-72

NERACA Jakarta - Menginjak usia 72 tahun, PT Bank Negara Indonesia(Persero) Tbk atau BNI mencatatkan pencapaian yang melampaui standar perbankan,…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pemerataan Harus Jadi Mainstream Strategi Pembangunan - Mindset Pembangunan Perlu Diubah

    NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pemerataan tidak boleh lagi dilhat sebagai efek…

Serikat Pekerja Dukung Pemberantasan Korupsi Di PLN

      NERACA   Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Dirut PLN Syofyan Basir terkait dengan OTT…

Peserta Gerakan OK Oce Lampaui Target

      NERACA   Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan peserta gerakan One Kecamatan One…