BPJS Ketenagakerjaan akan Inspeksi Perusahaan - Palembang, Sumatera Selatan

NERACA

Palembang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan siap menginspeksi perusahaan untuk memastikan kesertaan para pekerja, menyusul peran baru sebagai institusi yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

"Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) memiliki wewenang untuk memberikan saksi karena berada langsung di bawah presiden. Keadaan ini berbeda ketika masih menjadi BUMN PT Jamsostek yang hanya bertindak sebagai operator," kata Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Ahmad Riyadi di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (15/2) pekan lalu.

Dia mengemukakan, melalui wewenang baru ini diharapkan semakin meningkatkan kinerja BPJS Ketenagakerjaan dalam meningkatkan jumlah peserta. Pihaknya pun semakin leluasa mengingat telah dipayungi Peraturan Pemerintah Nomor 86 tahun 2013 tentang tata cara pengenaan sanksi administratif kepada pemberi kerja.

"Dalam Peraturan Pemerintah telah disebutkan bahwa perusahaan yang dengan sengaja tidak mendaftarkan pekerjanya akan disanksi administratif dari pemerintah daerah dan lembaga terkait, seperti pemerintah daerah, kepolisian, dan kantor imigrasi," katanya.

Sanksi yang diberikan itu berupa penundaan pelayanan pembuatan SIM, penundaan pembuatan izin keimigrasian, hingga penundaan penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) oleh Pemerintah Daerah. Pemberiaan saksi administrasi ini diharapkan membuat para pengusaha memahami betapa pentingnya memberikan jaminan sosial kepada para pekerja.

Untuk wilayah Sumatera Bagian Selatan sendiri (Sumsel, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Babel), mencatat setidaknya 12 juta jiwa lebih tenaga kerja aktif yang terdaftar dalam layanan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara 18 juta jiwa lebih tenaga kerja tercatat tidak aktif dalam kepesertaan BPJS.

Oleh karena itu, BPJS Ketenagakerjaan aktif mensosialisasikan peran sebaga institusi yang mengurus mengenai jaminan sosial bagi pekerja. Pada pertemuan dengan berbagai pemangku kepentingan dalam acara "customer gathering" di Palembang, Jumat (14/2), turut disosialisasikan mengenai tiga program BPJS Ketenagakerjaan yakni Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, dan Jaminan Kematian.

Acara tersebut juga dihadiri Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Juanaidi, Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Mukti Sulaiman, dan sejumlah pimpinan perusahaan di Sumatera Selatan. Pada kegiatan tersebut, BPJS Ketenagakerjaan memberikan penghargaan kepada PT Bukit Asam Tbk sebagai perusahaan jumlah pekerja terbanyak di Sumatera Selatan, serta PT Dexa Medica sebagai perusahaan dengan iuran terbesar. [ardi]

BERITA TERKAIT

MDKA Penjamin Pinjaman Perusahaan Afiliasi

Mendukung ekspansi bisnis, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menjadi penjamin atas pinjaman yang didapat Eastern Field Developments Limited (EFDL)…

Pengelola Dana Jangka Panjang untuk Infrastruktur akan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyambut baik Penandatanganan Akta Perjanjian Surat Berharga…

Dishub Kota Sukabumi Akan Pasang PJU Smart - Kerusakan PJU Sekitar 20 Persen

Dishub Kota Sukabumi Akan Pasang PJU Smart Kerusakan PJU Sekitar 20 Persen NERACA  Sukabumi - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Sukabumi…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Pengelola Dana Jangka Panjang untuk Infrastruktur akan Meningkat

      NERACA   Jakarta - Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyambut baik Penandatanganan Akta Perjanjian Surat Berharga…

Tahun Politik Diklaim Aman untuk Investasi

    NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memastikan kondisi politik di Indonesia stabil dan…

Pemerintah Siapkan Penyederhanaan Besar-besaran Perizinan

      NERACA   Jakarta - Pemerintah sedang menyiapkan penyederhanaan besar-besaran perizinan di Indonesia baik di pusat maupun daerah,…