Pertumbuhan Berkualitas

Oleh: Prof. Firmanzah PhD

Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan

Tantangan terbesar setiap negara saat ini adalah tidak hanya mendorong ekonomi tetap tumbuh dan ekspansif tetapi juga berkualitas. Secara teoritis ukuran berkualitas dapat diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang secara signifikan memperbesar ketersediaan lapangan pekerjaan dan menurunkan angka kemiskinan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi semakin berkualitas ketika semakin besar masyarakat yang terlibat dan menikmati hasil ekonomi produktif di dalam sistem perekonomian.

Tidak hanya negara berkembang dan emerging, seringkali di negara maju juga memiliki tantangan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi memang berkorelasi positif terhadap penurunan angka kemiskinan, penciptaan lapangan kerja serta peningkatan indikator kesejahteraan lainnya. Meski memiliki efek positif, namun yang menjadi persoalan adalah besaran dampak atau yang sering kita kenal sebagai konsep elastisitas. Sehingga seringkali muncul pertanyaan berapa besar dampak setiap kenaikan satu persen pertumbuhan terhadap indikator lainnya.

Pasca-reformasi, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi diantara negara-negara berkembang dan emerging. Dampak positif pertumbuhan ekonomi terlihat pada peningkatan pendapatan pajak, membesarnya belanja pemerintah, menurunnya angka kemiskinan, peningkatan pembangunan infrastruktur, peningkatan belanja pendidikan, pengurangan angka pengangguran terbuka dan membaiknya indikator MDGs.

Membesarnya kelas menengah juga menjadi perhatian kita semua. Di satu sisi hal tersebut menguntungkan namun laju kecepatan pertumbuhan kelas menengah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan laju peningkatan pendapatan kelas menengah ke bawah.

Tantangan Indonesia saat ini dan kedepan adalah terus meningkatkan program-program pro-rakyat seperti KUR, BOS, PNMP, Beasiswa Siswa Miskin (BSM), serta program-program perlindungan sosial lainnya. Hal ini ditujukan agar kelas menengah ke bawah dapat menjadi lebih “berdaya” dan mandiri. Sehingga mereka dapat mengejar ketertinggalan dan dapat keluar dari jebakan-kemiskinan (poverty trap). Dengan adanya BPJS, masyarakat miskin, hampir miskin dan rentan miskin mendapatkan pelayanan kesehatan dan terhindar dari situasi sulit ketika jatuh sakit.

Aspek pemerataan pembangunan di seluruh tanah air juga membutuhkan komitmen nasional, baik di pusat maupun di daerah. Seiring dengan program percepatan pembangunan infrastruktur di enam koridor ekonomi, investasi di sektor riil dan infrastruktur sedang terakselerasi. Kombinasi pembiayaan dari APBN, APBD, BUMN dan swasta diharapkan dapat mempercepat pembangunan ketenagalistrikan, jalan raya, rel kereta api, pelabuhan, bandara udara, air minum dan infrastruktur lainnya di Tanah Air.

Di saat investasi di 6 koridor tengah berjalan, maka kita dapat merasakan bahwa pemerataan pembangunan sedang berjalan di Indonesia. Sehingga kita berkeyakinan akan muncul pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar pulau Jawa dan khususnya Indonesia bagian Timur. Hal ini membuat pertumbuhan ekonomi nasional menjadi semakin berkualitas di masa mendatang.

BERITA TERKAIT

Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI Turun 5,1% - LAPORAN “WORLD ECONOMIC OUTLOOK” IMF

Jakarta-Di tengah pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund-IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan…

Madu Manuka Healt Resmi Hadir Indonesia - Genjot Pertumbuhan Penjualan

Perluas penetrasi pasar di Indonesia, Manuka Healt asal Selandia Baru resmi hadir di Indonesia. Madu Manuka diambil dari pohon Manuka…

OJK Optimis Kerek Pertumbuhan Investor - Ditunjang Teknologi Finansial

NERACA Jakarta – Di era digital saat ini, layanan investasi di pasar modal tidak bisa luput dari layanan digital dalam…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Polemik Harga BBM

  Oleh:  Sih Pambudhi Peneliti Intern Indef Pembatalan rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium kurang dari satu…

Minim Ruang Proteksionisme

  Oleh: Nisfi Mubarokah Peneliti Internship INDEF Tidak banyak ruang tersisa bagi proteksionisme di era globalisme ini. Di dunia yang…

Dinamika Ekonomi dan Efek Domino

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Kalau kita cermati perkembangan yang terjadi di berbagai belahan dunia dewasa ini,…