Merugi, Menyimpan Dana Tunai

NERACA

Dalam berinvestasi, dana tunai dalam bentuk tabungan menjadi aset yang sangat populer dipegang investor. Padahal, menyimpan dana tunai akan membuat investor merugi, karena nilai tabungan akan tergerus inflasi.

Dalam temuan MISI, di kuartal IV 2014 dana tunai dalam bentuk tabungan terlihat sangat menonjol dan terus menjadi aset yang sangat populer dipegang investor. Kemudian disusul properti yang terus dipandang secara positif sebagai sarana investasi baik dalam bentuk rumah tempat tinggal maupun sebagai investasi.

Sedangkan pendapatan tetap dalam konteks reksa dana meski sentimennya menurun, investor masih tetap positif akan investasi ini. Saham di posisi selanjutnya menjadi alternatif investasi lain dengan anggapan adanya stabilitas pasar dan tanda-tanda membaiknya kondisi pasar.

“Dari survei MISI, kita bisa mengetahui bahwa dana tunai lebih disukai oleh masyarakat. Namun sebenarnya investor perlu mengubah pola pikirnya, jika mereka ingin agar tabungan mereka – dana tunai itu – menjadi sumber pemasukan bagi mereka,” ujar Putut Andanawarih, director of Business Development PT Manulife Aset Manajemen Indonesia.

Dengan tingginya angka inflasi di Indonesia, sambung dia, dalam jangka panjang dana tunai yang disimpan di tabungan nilainya akan semakin turun. Dengan angka inflasi 8%, setiap Rp 1 juta uang tunai yang dipegang, daya beli uang Anda akan berkurang Rp 7 ribu setiap bulannya.

“Menurut pendapat kami, masyarakat Indonesia harus mulai mempertimbangkan untuk mengurangi simpanan dana tunai mereka dan melakukan investasi secara lebih efektif pada berbagai jenis pilihan investasi yang kini telah tersedia kepada mereka,” imbuh dia.

Manulife ISI didasarkan pada 500 wawancaraonlinedi setiap negara antara lain, Hong Kong, China, Taiwan, Jepang dan Singapura. Sementara di Malaysia dan Indonesia, survei ini dilakukan secara tatap muka langsung.

Responden adalah investor kelas menengah hingga papan atas berusia 25 tahun ke atas yang menjadi pengambil keputusan utama dalam hal-hal keuangan di rumah tangga dan saat ini sudah memiliki produk investasi.

BERITA TERKAIT

Auditor BPKP Tentang Aliran Kas APBD Kota Depok - Transfer Non Tunai Tidak Harus Lewat Bank BJB

Auditor BPKP Tentang Aliran Kas APBD Kota Depok Transfer Non Tunai Tidak Harus Lewat Bank BJB NERACA Depok - ‎Adanya…

Pemerintah Serap Dana Rp8,47 triliun dari Lelang SBSN

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp8,47 triliun dari lelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara…

Jika UU Akses Informasi Dibatalkan, Negara Merugi

  NERACA   Jakarta - Mantan Menteri Keuangan RI Muhammad Chatib Basri menyatakan bahwa negara akan mengalami kerugian bila Undang-Undang…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…

Pemerintah Permudah Bank Ekspansi di Asean

Pemerintah berupaya mempermudah kesempatan perbankan nasional untuk melakukan ekspansi di kawasan ASEAN seperti Singapura dan Malaysia dengan mendorong ratifikasi protokol…