Defisit CAD di Bawah Dua Persen - Kuartal IV-2013

NERACA

Jakarta - Bank Indonesia mengumumkan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD) pada kuartal IV-2013 sebesar US$4 miliar atau 1,98% terhadap PDB, lebih kecil dari perkiraan bank sentral yang mencapai 3% terhadap PDB. Deputi Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, pada kuartal II-2013 defisit neraca transaksi berjalan masih sebesar 4,4% dari PDB atau US$9,8 miliar, lalu pada kuartal III-2013 turun menjadi 3,85% atau US$8,4 miliar.

Menurut Perry, perbaikan signifikan pada defisit transaksi berjalan tersebut lebih besar dipengaruhi oleh neraca perdagangan di sektor nonmigas. "Selama kuartal keempat, surplus (neraca perdagangan) jauh lebih besar menjadi US$7 miliar ketimbang di kuartal ketiga yang hanya US$2,8 miliar," katanya di Jakarta, Kamis (13/2).

Perry pun menilai perbaikan neraca transaksi berjalan tersebut telah sejalan dengan arah kebijakan BI. "Pelemahan rupiah juga membantu menurunkan impor nonmigas," tambahnya. Sementara itu, lanjut Perry, surplus neraca modal dan finansial pada kuartal IV-2013 sebesar US$9,2 miliar. Dengan demikian, neraca pembayaran Indonesia (NPI) turut surplus menjadi US$4,4 miliar.

Bank Indonesia telah memutuskan mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 7,5% karena dinilai masih konsisten dengan kebijakan moneter ketat. Selain itu, tujuan mempertahankan BI Rate ini untuk mengarahkan inflasi menuju sasaran masing-masing 3,5%-5,5% pada 2014, 3%-5% pada 2015, dan menurunkan defisit neraca transaksi berjalan ke tingkat lebih sehat.

Gubernur BI Agus DW Martowardojo menuturkan, Bank Indonesia juga akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial, melanjutkan upaya pendalaman pasar, serta meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah dalam pengendalian inflasi dan defisit transaksi berjalan. [ardi]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Penyelamatan AJB Bumiputera Tunggu PP

  NERACA   Jakarta - Ketua Komisi XI DPR Dito Ganindito mengatakan langkah awal untuk menyelamatkan Asuransi Jiwa Bersama (AJB)…

Sun Life Buka Kantor Pemasaran di Surabaya

    NERACA   Surabaya - Memperkuat bisnis dan penetrasinya di wilayah Jawa Timur khususnya Surabaya, PT Sun Life Financial…

Fintech Makin Eksis, Tren Kolaborasi dengan Bank Makin Berkembang

      NERACA   Jakarta - Laporan e-Conomy SEA 2019 yang dilakukan oleh Google dan Temasek pada akhir 2019…