Fluktuatif Picu IHSG Berakhir di Zona Merah

NERACA

Jakarta – Fluktuatif dan cenderung melemahnya laju bursa saham AS menjadi sentimen negatif bagi laju IHSG. Rilis pengumuman BI rate tetap di level 7,50% tidak cukup membantu IHSG untuk bertahan di zona hijau,”Pelaku pasar serta banyak pengamat kemungkinan melihat belum ada urgensinya BI ikut latah seperti Turki maupun India yang menaikkan suku bunga acuannya karena kian membaiknya kondisi makroekonomi Indonesia,”kata Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Kamis (13/2).

Dia menyebutkan, kemungkinan pelaku pasar sudah mengantisipasi rilis BI rate yang akan tetap sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Pelemahan IHSG tidak mampu diimbangi oleh menguatnya nilai tukar rupiah. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4500,32 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4484,29 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4491,66. Volume perdagangan dan nilai total transaksi juga turun,”Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell,”ujarnya.

Dia menilai, ekspektasi akan membaiknya kondisi makroekonomi Indonesia membuat nilai tukar Rupiah masih bertahan di jalur positifnya. Bahkan rilis tetapnya BI rate kali ini turut membuat laju nilai tukar Rupiah tidak mengalami pelemahan karena pelaku pasar lebih melihat pada keputusan tetapnya BI rate untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang sempat melambat pasca BI rate dinaikkan.

Di sisi lain, kembali menarik melihat pergerakan laju nilai tukar Rupiah yang berhasil menguat di tengah pelemahan sejumlah mata uang emerging market a.l AUD, Rupee, Taiwan Dollar, SGD, dan lainnya. Rilis defisit neraca berjalan yang turun signifikan menjadi USD-4M atau 1,98% dari PDB turut menambah sentimen positif. Laju Rupiah di atas resisten Rp12104. Rp12094-12055 (kurs tengah BI).

Sementara itu, laju positif pada bursa saham Asia tampaknya juga turut tertahan setelah merespon fluktuasinya laju bursa saham Asia. Apalagi pelemahan terjadi seiring dengan aksi jual pelaku pasar pada saham-saham teknologi yang dinilai sudah overbought dan pelemahan saham-saham batubara seiring beredarnya spekulasi Pemerintah China akan membatasi kegiatan penambangan batubara terkait masalah polusi udara. Di sisi lain, mulai adanya berita negatif dari beberapa emiten turut memicu aksi profit taking.

Pada perdagangan Jumat (14/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4475-4482 dan resistance 4525-4536. Berpola menyerupai upside tasuki gap dekati upper bollinger bands (UBB). MACD masih naik terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic upreversal terbatas. IHSG mengenai kisaran target support (4460-4485) dan hampir mendekati kisaran target resisten (4510-4532).“IHSG mencoba untuk bertahan dari downreversal namun, besarnya keinginan untuk profit taking dapat mengubah arah IHSG. Waspadai pelemahan lanjutan IHSG”, katanya. (nurul)

BERITA TERKAIT

Pergerakan IHSG Terkoreksi Tipis 2,37 Poin - Menanti Hasil RDG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (17/10) ditutup turun tipis 2,37 poin…

Berikan Setimen Positif IHSG Awal Pekan - Neraca Perdagangan Surplus

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (16/10) sore, ditutup menguat 25,57…

BEI Berikan "Karpet Merah" Bagi Starup - Dorong Listing di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Sukses membawa perusahaan starup Kioson mencatatkan sahamnya di pasar modal, mendorong bagi PT Bursa Efek Indonesia (BEI)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Targetkan Transaksi 500 Ribu Lot - Rifan Financindo Berjangka Optimis Tercapai

NERACA Surabaya - Meskipun Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Future Exchange (JFX) memangkas target transaksi 30% lantaran kondisi ekonomi…

Tingkatkan Layanan Digital - Taspen Kerjasama Sinergis Dengan Telkom

NERACA Jakarta - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk bersama PT Taspen (Persero) bersinergi mengembangkan dan mengimplementasikan digitalisasi pelayanan pembayaran pensiun…

XL Hadirkan Asisten Virtual MAYA

Dinamisnya era digital mengharuskan perusahaan untuk terus melakukan inovasi teknologi agar dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Tidak sebatas produk, layanan pelanggan…