Penurunan Performance Bakrie Grup Makin Nyata - Dibalik BSDE Akuisisi Ritel Epicentrum

NERACA

Jakarta – Akuisisi PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) terhadap salah satu ruang ritel milik grup Bakrie yaitu PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dinilai dapat menjadi indikator menurunnya kinerja grup Bakrie,”Bakrieland Development dan grup Bakrie lainnya bisa diindikasikan mengalami penurunan performa, karena aksi korporasi ini menjadi cerminan dimana emiten properti lain gencar berekspansi seperti membeli tanah, justru sebaliknya Bakrieland gencar jual aset”, kata analis PT danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo saat dihubungi Neraca di Jakarta, Kamis (13/2).

Menurutnya, akuisisi ini akan membuat saham BSD naik, namun sebaliknya saham ELTY akan turun. Karena aksi orporasi ELTY berbanding terbalik dengan emiten properti lainnya. Selain itu, dia menyebutkan ELTY tidak lagi menjadi emiten properti yang masuk dalam jajaran teratas. Saat ini, APLN, Summarecon, SSIA, Ciputra, menjadi beberapa emiten yang memiliki kinerja cemilang selama 2013 dan hingga saat ini.

Selain saham BSDE meningkat, dia menyebutkan grup Sinar Mas Land lainnya seperti Bank Exim yang juga listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan ikut terkerek sahamnya. “Hal ini karena didorong kinerja BSDE yang cemerlang, imbasnya akan dirasakan sesama anak usaha Sinar Mas Land yaitu Bank Exim”, katanya.

Pada keterbukaan informasi BEI, Rabu (12/2) disebutkan BSDE mengakuisisi ruang ritel (strata title) di Rasuna Epicentrum, CBD Kuningan senilai Rp297 miliar. Sekretaris Perusahaan BSDE, Hermawan Wijaya mengatakan bahwa pembelian ini untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis secara an-organik terutama untuk memperkuat segmen pendapatan recurring income (pendapatan berkelanjutan) perseroan,”Transaksi ini dilakukan dengan PT Bakrie Swastika Utama (BSU) selaku entitas anak PT Bakrieland Development Tbk yang mengelola kawasan CBD Kuningan, dikenal dengan nama Rasuna Epicentrum”, katanya.

Adapun anchor tenant di antaranya Farmer Market, Electronic City, Avara Lounge, dan restoran Ming. Epicentrum Walk merupakan life style mall yang menyasar konsumen bersegmentasi A-AB+ yang berkantor dan bertempat tinggal di sekitar kawasan premium Kuningan.

Dia menambahkan, langkah akuisisi lahan ritel ini diharapkan akan memperkuat proporsi recurring income menjadi 20:80 dalam lima tahun mendatang. Di mana saat ini posisi recurring income berada di kisaran 15:85 terhadap pendapatan penjualan produk.“Akusisi tersebut pada prinsipnya sudah tuntas. Akuisisi ini hanya tinggal menunggu masalah administrasi saja. Pembahasannya sudah dari tahun lalu. Pada dasarnya sudah closing baru-baru ini. Tinggal ada beberapa dokumen saja yang perlu ditandatangani”, ujarnya.

Adanya rencana menambah reccuring income perseroan mungkin disebabkan target penjualan 2014 yang hanya sekitar Rp 5,5 - 5,7triliun. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan penjualan pada tahun sebelumnya yang sebesar Rp 7,35 triliun.

Sebelumnya dia mengatakan, bahwa kondisi pasar yang belum stabil saat ini di tambah dengan tingkat suku bunga yang terbilang masih tinggi, membuat pihaknya sangat berhati-hati dalam menargetkan penjualan.“Memang target penjualan tahun ini sedikit lebih rendah dibanding tahun lalu. Hal itu disebabkan oleh tingkat suku bunga yang belum turun dan cenderung naik”, katanya.

Selain itu, faktor lebih rendahnya target kali ini juga disebabkan oleh adanya peraturan Bank Indonesia (BI) soal Loan to Value (LTV) yang cukup menekan Perseroan. Pasalnya, sebanyak 50% penjualan properti milik Perseroan dilakukan melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR). (nurul)

BERITA TERKAIT

Hadirkan Inovasi KPR Gaaees - Cara BTN Menjangkau dan Wujudkan Impian Milenial

Bonus demografi yang dinikmati Indonesia harus di manfaatkan secara optimal oleh para pelaku industri terutama dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi…

BYAN Terbitkan Global Bond US$ 400 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menerbitkan obligasi global dengan total nilai…

Kembangkan Obat Bioktenologi - Kalbe Investasikan Dana Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Kembangkan produk guna mendongkrak target penjualan, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) bakal mengembangkan produk obat biokteknologi paten…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BTN Tegaskan Hormati Segala Proses Hukum

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan menghormati proses hukum yang berjalan terkait dengan ditetapkannya SW sebagai pejabat kepala Divisi…

Targetkan Dana IPO US$ 1 Miliar - Lion Air Rencanakan Akuisisi Armada Pesawat

NERACA Jakarta – Sempat tertunda rencana penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) PT Lion Mentari Airlines (Lion…

Satu Global Serap IPO Agro Yasa Lestari

NERACA Jakarta – Setelah resmi mengantongi pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rencana PT Agro Yasa Lestari Tbk (AYLS)…