AXA Bakal Tunduk Aturan OJK

Perang Tarif Premi

Jumat, 14/02/2014

NERACA

Jakarta - PT Mandiri AXA General Insurance (AXA Mandiri) menyatakan siap untuk melaksanakan aturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan surat edaran nomor 06/D.05/2013. Chief Financial Officer AXA Mandiri Henry Then mengatakan, peraturan tersebut sangat baik untuk industri asuransi. “Dengan adanya peraturan tersebut, akan ada batasan untuk kesehatan industri asuransi,” kata Henry di Jakarta, Rabu (12/2)

Lebih lanjut, Henry menjelaskan, peraturan tersebut diharapkan bisa menekan perang tarif yang selama ini sempat terjadi pada industri perasuransian Indonesia. “Semua penetapan aturan yang harus diterapkan oleh regulator, sudah AXA Mandiri terapkan, kami dari industri menyambut baik, kalaupun ada diferensiasi tidak ada masalah, kita positif menyambutnya,” ucap dia.

Sebelumnya Anggota Dewan Komisioner OJK, Firdaus Djaelani menjelaskan, OJK memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemampuan industri asuransi di Indonesia. Bahkan, pengaturan dan pengawasan OJK semakin kuat untuk meredam terjadinya perang tarif pada suatu produk asuransi. “Upaya asuransi untuk perlindungan konsumen masih kurang. Entah apa karena peraturan perundang-undangan yang dirasa kurang atau apa,” ungkap Firdaus.

Untuk itu, lanjut Firdaus, OJK langsung melakukan perubahan aturan atau mengeluarkan aturan yang mampu membangun kapasitas perusahaan asuransi, termasuk memperbaiki defisit neraca berjalan di sektor asuransi. Kegiatan ini dilakukan mengingat sudah diamanahkan didalam UU tentang OJK. “UU OJK jelas bahwa perlindungan konsumen harus ditingkatkan. Selain daripada itu, defisit neraca berjalan segmen asuransi juga harus kita turunkan,” jelas Firdaus

Selain itu, sebagai bentuk kepedulian kepada para nasabahnya, AXA Mandiri memberikan voucher taksi kepada 10 orang nasabah yang mengajukan klaim atas kendaraan yang terkena banjir. Voucher senilai Rp3 juta per nasabah diberikan di luar standar manfaat yang ditetapkan dakam ketentuan polis.“Dengan vocuher tersebut diharapkan dapat membantu nasabah agar tetap bisa beraktivitas sambil menunggu mobil selesai diperbaiki”, kata Henry.

Henry mengatakan, AXA Mandiri berusaha semaksimal mungkin membantu nasabah yang terkena dampak banjir dengan proses klaim yang cepat sesuai dengan jenis kerusakan atau perlindungan yang ditanggung.

AXA Mandiri, tambah Henry, juga menyediakan layanan derek dan bantuan darurat di jalan 24 jam di 34 titik layanan di seluruh Indonesia dan didukung oleh layanan bengkel sebanyak 281 bengkel rekanan di 66 kota di Indonesia.

“Upaya peningkatan kualitas layanan terus kami lakukan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, sejalan dengan kenaikan jumlah nasabah kami secara signifikan sebesar 166% dari 131 ribu nasabah di tahun 2012 menjadi 350 ribu nasabah di tahun 2013,” tutur.Henry.

Hingga 10 Februari 2014, AXA Mandiri telah melayani sebanyak 58 klaim terkait bencana banjir dengan total Rp1,94 miliar. Klaim tersebut berasal dari beberapa kota di Indonesia, antara lain Jabodetabek, Surabaya, Semarang, Bandung dan Manado.Henry menjelaskan dari 58 klaim banjir yang diterima, sebanyak 37 klaim senilai sekitar Rp1,38 miliar berasal dari nasabah asuransi kendaraan bermotor. “Sedangkan sisanya sebanyak 21 klaim dari nasabah asuransi properti dan asuransi peralatan elektronik senilai Rp556 juta,” tandas Henry. [sylke/lulus]

Topik Terkait

axa ojk