Regulator Bekukan Dua Ventura

NERACA

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali membekukan kegiatan usaha perusahaan modal ventura. Pasalnya perusahaan modal ventura itu tidak membuat pelaporan kegiatan usaha. Dengan kebijakan pembekuan maka diharap kondisi industri keuangan dalam negeri dapat semakin sehat.

“Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah membekukan dua perusahaan modal ventura. Perusahaan itu di antaranya PT Altus Indonesia dan PT Dian Bhuana Sejahtera Ventura. Dengan begitu kedua perusahaan modal ventura ini tidak bisa lagi melakukan kegiatan usahanya,” kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Nonbank (IKNB) II OJK Dumoly F Pardede dalam keterangan tertulisnya, Kamis (13/2).

Secara rinci Dumoly mengatakan pembekuan modal ventura PT Dian Bhuana Sejahtera Ventura dan PT Altus Indonesia sejak 27 Januari 2014. Hal itu dilakukan karena kedua perusahaan itu tidak memenuhi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 18/PMK.010/2012 Pasal 42 ayat (2) huruf b tentang Perusahaan Modal Ventura. “Namun keputusan pembekuan dilakukan melalui Keputusan Dewan Komisioner OJK Nomor S-15A/NB.2/2014 tanggal 27 Januari 2014.”

Kedua perusahaan yang berlokasi di Jakarta itu dinilai Dumoly tidak pernah menunaikan kewajiban menyampaikan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh akuntan publik kepada Menteri Keuangan paling lama empat bulan setelah tahun buku berakhir. “Namun dalam masa pemebekuan ini kedua perusahaan modal ventura itu masih bisa melakukan kegiatan konfirmasi kepada OJK sesuai dengan ketentuan Pasal 38 ayat (1) PMK Nomor 18/PMK.010/2012.”

Sebelumnya Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Ngalim Sawega juga mengumumkan beberapa perusahaan modal venture yang sudah dicabut izin usahanya pada akhir tahun 2013 kemarin. Di antaranya PT Dinamik Sistim Sejahtera (Aceh), PT Handa Putra Capital, PT Inkapita Venture, PT Jasa Dinamika Ventura Corporation, PT Mahe Investama, PT Yao Kapital, PT Abalone Siber Capitalindo, PT Brata Ventura (Denpasar), dan PT Bhakti Sarana Ventura.

Ngalim juga menyebutkan hingga saat ini jumlah perusahaan modal ventura yang masih aktif mencapai 80 perusahaan. “Dengan total aset mencapai Rp8,4 triliun, pembiayaan Rp5,45 triliun dan liabilitas mencapai Rp5,01 triliun. Nah itu nilai total aset perusahaan modal ventura yang masih hidup hingga sekarang,” kata dia. [lulus]

BERITA TERKAIT

Regulator Akan Tindak Tegas Aktivitas Penimbunan Bahan Pokok - Momen Ramadhan dan Lebaran

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengancam para penimbun untuk tidak menimbun bahan kebutuhan pokok jelang Ramadhan dan Lebaran…

Regulator Terus Pacu Wirausaha Baru di Lingkungan Pesantren

NERACA Pasuruan – Pondok pesantren (ponpes) memiliki potensi dalam mendukung implementasi revolusi industri keempat di Tanah Air. Hal ini berdasarkan…

BEI Resmikan Dua Galeri Pasar di Palembang

Dalam rangka meningkatkan penetrasi industri pasar modal di kalangan masyarakat, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan pendirian du galeri…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Bappenas : Asian Games 2018 Harus Bebas dari Teror

      NERACA   Jakarta - Asian Games ke-18 yang akan berlangsung pada tanggal 18 Agustus - 2 September…

Konsumsi Premium Di Jawa Madura dan Bali Turun 50%

    NERACA   Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa konsumsi bahan bakar minyak (BBM)…

BPK Jadi Auditor Anti Korupsi Internasional

    NERACA   Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kembali menerima mandat sebagai auditor Akademi Anti Korupsi International…