Kalbe Farma Bukukan Penjualan Rp 16 Triliun

Jumat, 14/02/2014

NERACA

Jakarta – Perusahaan farmasi, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) mencatatkan penjualan bersih (unaudit) sepanjang 2013 sebesar Rp16,01 triliun atau naik 17,4% dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp13,64 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemairn.

Direktur Keuangan PT Kalbe Farma Tbk, Vidjongtius mengatakan, marjin laba kotor terhadap penjualan bersih tercatat stabil dibandingkan tahun sebelumnya pada level 47,9%. Melemahnya nilai tukar rupiah telah memberikan tekanan terhadap marjin.

Sedangkan, laba usaha bertumbuh sebesar 14,6%. Rasio laba usaha terhadap penjualan bersih pada 2013 menurun menjadi 15,9% dari 16,3% di 2012. Hal ini, akibat peningkatan beban penjualan dan pemasaran serta biaya riset dan pengembangan,”Laba bersih bertumbuh sebesar 10,8% dibandingkan tahun 2012. Pertumbuhan laba bersih yang lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan laba usaha terutama disebabkan oleh dampak depresiasi kurs rupiah,"kata Vidjongtius.

Menurut dia, melemahnya nilai tukar rupiah secara signifikan sepanjang tahun 2013 dari Rp9.670 per dolar AS pada 31 Desember 2012 hingga Rp12.189 per Dolar AS pada 31 Desember 2013 mengakibatkan timbulnya dampak kerugian translasi kurs valuta asing, dibandingkan keuntungan kurs yang dibukukan tahun 2012,”Pada tahun 2014, Perseroan mentargetkan pertumbuhan penjualan dan laba bersih sebesar 14% - 16%, dengan marjin laba usaha sekitar 16,0% - 17,0%. Laba bersih saham diperkirakan tumbuh sekitar 15% – 17% di luar dampak dari translasi kurs mata uang asing," ujar dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, perseroan pada tahun ini menganggarkan belanja modal pada kisaran Rp1,0 triliun hingga Rp1,2 triliun yang terutama digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Sebelumnya, Vidjongtius pernah bilang, perseroan berencana akan meningkatkn penjualan ke Filipina, Myanmar dan Vietnam. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kontribusi ekspor menjadi 10% di masa mendatang, “Tahun ini, kontribusi penjualan ekspor di targetkan sebesar 5%,”ungkapnya.

Dia menuturkan, untuk mencapai target tersebut, perseroan mengeluarkan sejumlah produk baru. Disebutkan, secara tahunan, Kalbe selalu memasarkan sekitar 10-15 produk baru secara konsolidasi yang tersebar sepanjang tahun. Produk tersebut diprediksi mulai dipasarkan sebelum kuartal I/2014.

Namun Vidjongtius, mengaku belum bisa menjelaskan produk yang akan dirilis pada masing-masing negara tersebut. Selain itu, dirinya berharap tahun ini dapat menambah kapasitas produksi hingga 30%. Tambahan produksi tersebut berasal dari beberapa pabrik baru, diantaranya pabrik obat kanker di Pulogadung dan perluasan pabrik obat resep di Cikarang yang membutuhkan belanja modal sekitar Rp50–100 miliar.

Menurut dia, dengan meningkatnya kebutuhan obat-obatan dan makanan kesehatan, perseroan berharap bisa meningkatkan pendapatan sekitar 15% dibanding tahun lalu. ‪Sementara itu, terkait pembangunan dua pabrik susu di Sukabumi dan Cikampek senilai Rp300-400 miliar diharapkan selesai pada tahun depan,”Rencananya pabrik di Sukabumi akan dibangun pabrik susu cair, sementara di Cikampek akan dibangun pabrik susu bubuk,” ungkapnya. (bani)