Indeks BEI Akhir Pekan Bergerak Konsolidasi

NERACA

Jakarta – Kebijakan Bank Indonesia (BI) yang tetap mempertahankan acuan suku bunga bank (BI rate) di level 7,5% tidak memberikan sentiment positif terhadap pergerakan indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia Kamis kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi tipis 4,626 poin (0,10%) ke level 4,491,660. Sementara Indeks LQ45 ditutup turun tipis 1,603 poin (0,21%) ke level 754,677.

Kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono, aksi ambil untung menjadi pemicu melemahnya indeks BEI,”IHSG bergerak melemah didorong oleh aksi ambil untung mengikuti gerak bursa regional,"ujarnya di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan (BI rate) tampaknya belum mampu mengangkat indeks BEI ke area positif. Kendati demikian, lanjut dia, dibandingkan bursa regional, posisi IHSG masih memiliki kinerja positif lebih baik di sepanjang tahun ini.

Sebagai perbandingan, sepanjang tahun ini IHSG mengalami pertumbuhan sebesar 5,2%, Dow Jones turun 3,7%, bursa Hongkong (Hang Seng) melemah 4,4%, Singapura (Straits Times) turun 4,2%, Malaysia (KLCI) terkoreksi 2,2%, Tokyo turun 9,2%, dan bursa Filipina naik 3,4%,”Kinerja IHSG itu mencerminkan pandangan positif investor terhadap beberapa data makro ekonomi Indonesia yang dirilis beberapa hari terakhir ini," ungkap Purwoko.

Dirinya memproyeksikan, IHSG BEI akan bergerak konsolidasi pada Jum’at akhir pekan di kisaran 4.470-4.510 poin. Sebagai informasi, sepanjang perdagangan, indeks BEI mengalami perdagangan yang berfluktuatif. Investor asing masih berburu saham, sedangkan pelaku pasar domestik ambil untung. Alhasil, indeks BEI bergerak terkoreksi. Pada perdagangan kemarin, hanya dua sektor yang masih bertahan positif, sektor keuangan dan industri dasar. Transaksi investor asing terpantau melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 165,66 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 160.310 kali pada volume 4,259 miliar lembar saham senilai Rp 4,579 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 156 saham turun, dan 78 saham stagnan. Bursa-bursa di Asia bergerak mixed. Melemahnya Wall Street kemarin membuat pelaku pasar regional tak berani borong saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Citra Turbindo (CTBN) naik Rp 1.150 ke Rp 5.750, Mayora (MYOR) naik Rp 900 ke Rp 28.400, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 575 ke Rp 5.975, dan HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 69.750. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Asra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 23.150, Siantar (STTP) turun Rp 305 ke Rp 1.605, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 9.350, dan Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 175 ke Rp 5.575.

Menutup perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup turun tipis 6,775 poin (0,15%) ke level 4.489,511. Sementara Indeks LQ45 menipis 1,435 poin (0,19%) ke level 754,845. Saham-saham komoditas yang kemarin anjlok malah naik paling tinggi. Sedangkan delapan sektor lainnya di lantai bursa kena koreksi.

Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi sebanyak 92.467 kali pada volume 2,056 miliar lembar saham senilai Rp 2,254 triliun. Sebanyak 178 saham naik, sisanya 125 saham turun, dan 83 saham stagnan. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 625 ke Rp 69.825, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 550 ke Rp 5.950, Mayora (MYOR) naik Rp 350 ke Rp 27.850, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 350 ke Rp 27.650. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Mandom (TCID) turun Rp 325 ke Rp 12.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 200 ke Rp 44.250, Elang Mahkota (EMTK) turun Rp 200 ke Rp 5.550, dan Lippo Cikarang (LPCK) turun Rp 125 ke Rp 5.975.

Diawal perdagangan, IHSG dibuka melemah tipis sebesar 2,64 poin atau 0,06% menjadi 4.493,64. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 0,69 poin (0,09%) ke level 755,59. Pelemahan indeks BEI seiring minimnya sentimen positif dari bursa regional.

Kepala Riset Trust Securities, Reza Priyambada mengatakan, minimnya sentimen positif dari bursa regional menahan laju IHSG untuk kembali menguat,”Beberapa pelaku pasar cenderung mengambil posisi lepas saham karena minimnya sentimen positif baru," kata Reza Priyambada.

Di sisi lain, lanjut dia, pelaku pasar juga sedang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia terkait suku bunga acuan (BI rate). Sementara itu, tim analis teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang membaik membuat mata uang rupiah terus menguat terhadap dolar AS, kondisi itu dapat menahan tekanan pada indeks BEI. Melihat hal itu, indeks BEI masih berpotensi melanjutkan penguatan meski patut diwaspadai juga aksi ambil untung seiring posisi beberapa saham yang nilainya sudah cukup tinggi.

Oleh karena itu, indeks BEI sempat diproyeksikan akan bergerak di kisaran 4.475-4.510 poin.

Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka melemah 113,99 poin (0,51%) ke level 22.171,80, indeks Nikkei turun 130,08 poin (0,88%) ke level 14.669,31 dan Straits Times menguat 3,78 poin (0,12%) ke posisi 3.039,23. (bani)

Related posts