Cari Untung Jadi Suplier Cemilan

Tak kalah Hebat dari Produsen

Sabtu, 15/02/2014

Bisnis cemilan memang bisa dilakukan dari berbagi hal. Baik sebagai produsen atau suplier cemilan keuntungan yang didapat begitu menjanjikan. Nah, jika kita tak ingin jadi produsen, menjadi suplier pun sangat menguntungkan. Apalagi dalam melakukan bisnis ini memiliki banyak kemudahan dan keuntungan yang diperoleh. Sementara urusan modal yang dibutuhkan terbilang cukup kecil.

Sejatinya bisnis suplier cemilan juga tak berarti tanpa celah. Karena selain kelebihan usaha ada pula kekurangan usaha suplier cemilan. Bisnis ini juga sangat mudah dikelola, kita cukup membeli produk cemilan dalam jumlah besar dan memasarkan kembali dengan mengemasnya dalam kemasan ukuran lebih kecil dan mencantumkan label atau merek produk yang menarik.

Tetapi yang namanya bisnis bukan tanpa kendala, bisnis cemilan pun demikian. Kendala usaha yang sering dihadapi adalah pengadaan barang yang tidak pasti sementara permintaan pasar yang tinggi, membuat pelaku usaha sering kehabisan persediaan barang.

Nah, untuk mencegah hal ini terjadi, sebaiknya saat stok barang dari produsen melimpah, maka kita bisa membelinya dalam jumlah yang lebih banyak. Atau bila perlu jalin kerjasama dengan beberapa produsen, untuk mengantisipasi permintaan pasar yang tinggi.

Untuk memasarkan produk, kita bisa menggunakan sistem konsinyasi (titip jual) maupun jual putus di beberapa tempat potensial. Untuk menjangkau semua konsumen, kita juga bisa menawarkan produk camilan dalam berbagai ukuran mulai dari 100 gram sampai 1000 gram.

Memulai Bisnis Camilan

Dalam memulai bisnis camilan, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan antara lain. Pertama, cari produsen camilan yang menawarkan produk berkualitas dengan harga terjangkau. Tetapi sebelumnya, perhatikan betul kualitas camilan yang ditawarkan, baik dari segi rasa, kebersihan, maupun tampilan cemilan. Tak hanya itu, kita juga harus jeli memilih camilan yang banyak diminati masyarakat supaya produk yang kita tawarkan laku.

Lalu, tawarkan kerjasama dengan produsen yang ada. Katakan, kita ingin memasarkan kembali produk mereka. Ini dimaksudkan agar produsen memberikan harga miring bagi kita, karena kita akan menjual kembali produk mereka dan harus ada keuntungan yang didapat. Biasanya para produsen sudah faham akan hal ini.

Kemudian, siapkan modal peralatan dan perlengkapan usaha yang dibutuhkan. Seperti alat pengemas (sealer), serta plastik kemasan yang mencantumkan merek atau label produk. kita hanya perlu mencari target pasarnya saja, apakah inginmasukan ke toko-toko dilingkungan rumah kita atau ingin merambah tempat lainnya.