Mendulang Untung dari Usaha Cemilan

Sabtu, 15/02/2014

Berdasarkan fakta yang ada, masyarakat Indonesia senang ngemil ketika menonton televisi, belajar, bekerja, atau melakukan perjalanan wisata. Karena itu, prospek bisnis cemilan tak pernah sepi dan selalu menjadi peluang usaha yang sangat menguntungkan, tentu saja jika kita jeli dan cerdas mengatur manajemen usaha.

NERACA

Memang, segala sesuatu bisa dijadikan lahan bisnis yang sangat menguntungkan.Seperti cemilan misalnya, bisa menjadi alternatif usaha yang begitu menggiurkan soal keuntungannya. Selain sudah memiliki pangsa pasar tersendiri, bisnis ini juga bisa dilakukan dari bernbagai segi. Mulai dari produsen, agen hingga supplier bahan baku, yang kesemuanya itu akan memberikan keuntungan yang besar.

Mungkin kita masih ingat akan jajanan yang sering kita beli saat pulang sekolah. Sebut saja chiki, kripik dan lain sebagainya. Jika diperhatikan jajanan seperti itu hingga kini masih sering kita jumpai walaupun mungkin sudah mengalami perubahan bentuk dan gaya.

“Dari tahun 1975 saya sudah berdagang aneka cemilan di sekolah ini, yang paling disukai anak-anak ya jenis chiki-chikian dan keripik, soal keuntungan tidak bisa dianggap enteng, buktinya saya bisa menyekolahkan anak-anak saya hingga tingkat perguruan tinggi,” jelas Hamidah yang merupakan distributor aneka cemilan di depan sekolah SDI Alfalah di bilangan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Senada dengan Hamidah, wanita bernama Yana pun mersakan untungnya berbisnis cemilan, bedanya Yana merupakan produsen aneka cemilan mulai dari kripik singkong, pisang, dan tidak membidik target pasar anak sekolah, tetapi masyarakat lebih luas.

Maklum, yang namanya makanan ringan atau cemilan tak mengenal usai. Tak hanya anak-anak orang dewasa pun kerap kali menyantap cemilan ketika belum menyantap makanan berat. Ketika terburu-buru, bepergian, atau ingin makanan yang praktis membuat makanan ringan jadi solusinya. Tak hanya itu, makan ringan pun menjadi makanan yang sangat diburu saat memasuki waktu khusus seperti hari raya, atau ketika menyelenggarakan sebuah pertemuan lainnya.

“Pesanan sih selalu saja ada, asal kita sanggup saja mengerjakannya. Biasanya untuk satu minggu satu tandan pisang habis. Tetapi, terkadang kalau lagi banyak pesanan lebih banyak lagi,” kata Yana yang mengaku kebanjiran pesanan kripik pisang.

Investasi Usaha

Untuk memulai bisnis ini, pelaku tidak diharuskan memiliki modal besar. Tetapi yang jelas jika permodalan kita cukup lumayan kita bisa menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Intinya semakin banyak modal yang kita keluarkan maka semakin banyak kalangan yang bisa merasakan gurihnya cemilan yang kita produksi.

Tetapi, yang jelas jika kita ingin produk kita lebih dikenal, kita harus melakukan promosi yang disertai dengan mengurus perizinan segala hal, mulai izin usaha, sertifikat halal dan lain sebagainya. Kesemuanya itu mengharuskan kita mengeluarkan dana lebih banyak.

Meski demikian, dengan modal Rp100.000 saja usaha ini sudah bisa dijalankan dimana uang tersebut untuk membeli bahan baku usaha dengan keuntungan 100%. Sementara peralatan lainnya biasanya sudah dimiliki ibu-ibu rumah tangga. seperti kompor, pisau, penggorengan dan lain sebagainya.