Ragam Perizinan untuk Mengembangkan Usaha Cemilan

Sabtu, 15/02/2014

Mengembangkan usaha cemilan bisa dilakukan dengan berbagai hal. Salah satunya dengan mengurus berbagai perizinan. Sehingga selain usaha Anda menjadi resmi merek dagang Anda pun akan semakin bonafid di mata konsumen. Lantas, ragam perizinan apa yang harus Anda miliki (selain izin usaha) untuk mengembangkan bisnis ini? Berikut ulasan singkatnya.

Pertama, surat izin Departemen Kesehatan. Adanya izin dari departmen Kesehatan sangat diperlukan jika memang menginginkan usaha cemilan Anda berkembang. Adanya bukti telah teruji akan membuat konsumen merasa aman saat mengonsumsi cemilan yang diproduksi dan merekomendasikannya pada orang lain. Anda juga akan lebih mudah meyakinkan distributor yang ingin Anda ajak bekerjasama untuk memasarkan produk Anda.

Adapun tahapan untuk pengurusan izin usaha ke Depkes adalah sebagai berikut. Pertama menuiaplan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Lalu mengajukan permohonan ke Dinas Kesehatan setempat. kemudian mengisi dormulir yang diberikan. Membayar administrasi sebesar Rp100.000-Rp200.000. Setelah izin keluar pasang pada setiap label kemasan.

Lalu, ada sertifikasi Halal dari MUI. Setiap produsen yang mengajukan sertifikasi halal harus mlampirkan spesifikasi dan sertifikat halal bahan baku, bahan tambahan, serta bahan penolong lainnya. Surat keterangan itu bisa didpat dari MUI daerah (produk lokal) atau lembaga Islam yang diakui oleh MUI (produk impor).

Setelah itu, tim auditor LPPOM MUI melakukan pemeriksaan ke lokasi produsen yang bersangkutan serta penelitain dalam laboratorium diamana hasilnya dievaluasi oleh rapat tenaga ahli LPPOM MUI untuk memutuskan kehalalan suatu produk.

Terakhir, sertifikat BP-POM. Selain izin Depkes dan sertifikat halal, pengusaha cemilan harus pula mengurus sertifikasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BP-POM). Sehingga produk kita dapat diakui berkualitas baik karena tidak mengandung zat berbahaya.