Prahara Bus Transjakarta Karatan

Sabtu, 15/02/2014

Prahara Bus Transjakarta Karatan

Diduga salah ucap, Udar Pristono dicopot dari jabatannya sebagai kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta. Sebelumnya, Pristono dinilai asal ucap atas kasus bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang karatan, padahal belum sebulan dioperasikan, sudah pada karatan.

Pristono seharusnya mengatakan akan memeriksa operator pemenang tender ratusan bus yang diimpor dari China. Tapi, dia malah mengatakan, penyebab karatan itu kemungkinan karena lamanya perjalanan di kapal. Penyataan itu memicu gundahnya Gundahnya Gubernur DKO Jokowi dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk mencopot Pristono, Selasa (12/2). Bersama enam pejabat setingkat kepala dinas, Pristono pun diberi tempat baru, yaitu Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP).

Berbeda dengan sikap Azas Tigor Nainggolan. Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) ini malah mengendus aroma tak sedap dari proses tender pengadaan bus kota dan bus Transjakarta tersebut. "Itu karena pengawasan mutu yang berjalan tidak sesuai standar, SPM atau Standar Pelayanan Minimal belum punya. Asal beroperasi saja," kata Tigor.

Tigor menduga, sistem lelang berbau korupsi. Sebab, harga bus pabrikan Jepang ternyata lebih murah daripada bus asal China. Lagi pula,kata dia, pemenang pengadaan bus itu sebelumnya pernah tersangkut kasus korupsi penggelembungan pembelian armada bus tahun 2013.

"Importir bus karat adalah anak perusahaan New Armada Karoseri, perusahaan yang tahun 2003 menang tender. Itu dulu ada kasus penggelembungan pembelian bus, saat itu Kepala Dinas Perhubungan ikut dipenjara," kata Tigor lagi.

Berapa harga bus untuk BKTB yang karatan? Tigor mengungkapkan, harga bus BKTB dari China senilai Rp 650 juta, sedangkan bus bikinan Jepang hanya seharga Rp 460 juta. "Proses lelangnya harus diaudit Komisi Pemberantasan Korupsi, biar terbuka semuanya," tuturnya.

Soal pencopotan dirinya, Pristono mengatakan, jabatan itu amanah yang harus dipertanggungjawaban. Karenanya, Pristono mengatakan, dirinya menyerahkan sepenuhnya jika jika jabatan itu dicopot.

Dari hasil investigasi yang dibuat Kepala Inspektorat Provinsi DKI Jakarta Franky Mangatas Pandjaitan menunjukkan, pemeriksaan diserahkan ke Jokowi. Pemeriksaan dilakukan terhadap Dinas Perhubungan DKI Jakarta pada Selasa (11/2). Dalam pemeriksaannya, pejabat Dinas Perhubungan membenarkan jika adanya komponen yang rusak dan berkarat.

Namun, pihaknya akan terus melakukan pendalaman kasus, untuk mencari hukum sebab dan akibat secara mendetail. “Jadi bisa saja, dari pemeriksaan bergeser ke tindakan investigasi atau pendalaman kasus secara mendetail dan menyeluruh,” kata Franky, Rabu (12/2).

Dia menjelaskan, kerusakan atau bus karatan itu terkait dengan standard operating procedure (SOP) pengadaan bus, penanggung jawab pengadaan barang hingga panitia pengadaan lelang. “Mereka (Dishub) dimintai keterangan terhadap pengadaan barang tersebut. Semua orang yang hadir ditanya dan diminta keterangan,” kata Franky.

Pihak Inspektorat telah menemukan fakta adanya komponen bus yang berkarat dan rusak yang diakui oleh Dishub. Namun, Franky menolak memberitahukan secara detail hasil pemeriksaan tersebut. (saksono)