Menjadi Jembatan Industri dan Kampus

TUMPAL SIHOMBING, CEO BondRI

Sabtu, 15/02/2014

TUMPAL SIHOMBING, CEO BondRI

Menjadi Jembatan Industri dan Kampus

Hingga kini masih ada kesenjangan antara dunia kampus dan industri. Artinya, ilmu yang kita terima di kampus belumlah mampu menjadi modal yang cukup untuk berkiprah di dunia usaha atau industri.

Sebab, masih banyak ilmu di kampus yang masih menganut faham lama, padahal eranya sudah faham baru. “Itu sebabnya, kami dengan BondRI ingin menjadi jembatan antara industri dan kampus,” kata pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Bond Research Institute (BondRI) Tumpal Sihombing.

Dia menjelaskan, dengan apa yang dilakukan BondRI, diharapkan terjadi link and match, dan kampus pun mampu mengikuti perkembangan zaman, utamanya mampu menjawab tuntutan kalangan industri. Karena itu, dia berharap bisa memberikan kontribusi dalam bentuk kuliah umum.

Spesialis ilmu yang dia punya adalah ·pengetahuan tentang makro ekonomi atau pasar modal dan obligasi. Dia juga tahu banyak tentang manajemen portofolio (wealth management), serta teknologi informasi. Ilmu aplikasi itu dia peroleh saat kuliah di Jurusan Teknik Informatika ITB dan lulus pada 1997 serta kuliah lagi di Jurusan Manajemen Pemasaran Fakultas Ekonomi Univesitas Indonesia. Jurusan itu diselesaikan pada 2000 dengan predikat cum laude. Dia juga menyelesaikan program S2 untuk program Magister Manajemen di FE UI pada 2008.

“Tentu ilmu aplikatifnya saya peroleh saat saya bekerja di sektor perbankan,” tutur Tumpal di kantornya di Menara Global, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, belum lama ini. Bersahabat dan mau mendengarkan, itu kesan pertama ketika berjumpa dengan Tumpal. Dan berikutnya, dia mau memberikan solusi saat dibutuhkan orang dan berbagi ilmu.

Solusi dan berbagi ilmu ternyata merupakan turunan dari kakek dan ayahnya yang seorang guru. Dan dia pun ingin mengubah nasib dengan menjadi pengusaha. Awalnya, dia memutuskan keluar dari pekerjaannya. setir dari sebagai karyawan. Terakhir, dia menjabat sebagai Head of Corporate Secretary PT Penilai Harga Efek Indonesia (Indonesia Bond Pricing Agency /IBPA), 2012, Head of SBU School of Bonds and Fixed Income HSBC Indonesia, 2009, serta Citigold Relationship Manager Citibank, 2005. “Kalau mereka menjadi guru, saya tidak hanya sebagai guru, tapi juga ingin pengusaha,” kata Tumpal.

Sebelumnya, dengan sedikit modal dibukalah kebun kopi di kampungnya di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara. Ingin menjadi pemain sendiri, Tumpal pun membelanjakan sejumlah uangnya untuk membeli surat berharga dalam bentuk efek, reksadana, juga saham. Dan terakhir didirikanlah PT Efek Pakarindo yang menaungi BondRI pada 2013. Perusahaan itu didirikannya bersama Adi Vithara. “Kami juga ingin mencetak dari kalangan kampus, para entrepreneur atau wirausahawan muda,” kata dia.

Ada empat yang dilakukan BondRI. Di antaranya adalah memberikan edukasi, riset, dan indikator. Layanan edukasi meliputi pengetahuan tentang surat berharga, forex dan obligasi, cara berinvestasi di obligasi, emisi surat berharga, regulasi pasar obligasi, dan aspek ekonomi obligasi, juga sukuk, obligasi daerah, perdagangan obligasi, dan manajemen obligasi.

“BondRI adalah pusat riset dan studi lanjut efek obligasi dan fixed income di Indonesia. BondRI dibentuk oleh para profesional yang berpengalaman sebagai bond sales, trader, analis, dosen, regulator, investor dengan latar belakang akademik yang relevan dan kuat di bidangnya,” kata Tumpal.

BondRI, kata dia, juga merupakan salah satu agen perubahan konstruktif dalam ranah jasa keuangan dan pasar modal Indonesia. Setiap lembaga, baik milik pemerintah maupun swasta, selama memiliki efek obligasi dan/atau ragam turunannya di dalam portofolio kelolaan mereka, dapat memanfaatkan ragam layanan BondRI untuk proses pengambilan keputusan terkait dana/investasi yang dimiliki. BondRI, kata dia, juga memberikan masukan konstruktif kepada riset mengenai kompetisi pasar dan informasi yang relevan dengan layanan sejenis yang ada di pasar.

Menurut Tumpal, kerja sama ini fokus pada penyelenggaraan riset dan edukasi bersama di bidang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dari situ diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pengembangan industri jasa keuangan dan pasar modal bebasis syariah di Indonesia. "Hal ini dapat dilakukan melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang berkelanjutan dan bermutu bagi segenap pelaku di industri jasa keuangan dan pasar modal domestik, menjadi lebih kompeten dan dapat bersaing dengan pasar modal," ungkap Tumpal.

BondRI juga menyediakan riset dan pengembangan kapasitas berkelanjutan yang bermutu bagi segenap pelaku dalam industri jasa keuangan dan pasar modal domestik agar dapat lebih bersaing dengan pelaku global dalam ranah pasar dan efek.

Pada bincang-bincang dengan Neraca, Tumpal secara tegas mengatakan, bidang industri keuangan merupakan usaha yang sangat strategis. Artinya, manajemen obligasi atau tentang surat berharga merupakan bisnis yang melibatkan pejabat perusahaan level atasng sama seali ada hadiah.

Dia menyontohkan, Pertamina dan PLN .merupakan perusahaan sektor riil, tapi dalam pengelolaan keuangannya, kedua perusahaan itu banyak mengacu pada model pengelolaan keuangan yang terkait dengan obligasi, deposito, emisi surat berharga, dan sebagainya.

Otak Kiri dan Kanan

Dalam berinvestasi, pria kelahiran Dairi, Sumatera Utara ini membaginya dalam dua bentuk, yakni fisik dan non fisik dalam bentuk financial paper. Untuk investasi fisik, Tumpal memilih investasi tanarip The Proffesor’. “ini mirip The profesor . beberapa kawan siap bergabung dalam band yang akan kita bentuk,” ujarnya.

Hingga saat ini, Tumpal masih menyalurkan hobinya bermain gitar akusti dan olah raga bela diri akaindo. Saat duduk di di Medan, dia pernah menyabet juara pada berbagai olah raga kategori.festival kesenian. Bahkan, direncana besama rekannya dari ITB, ingin membentuk grup band, ya mirip The Proffesor-nya para guru besar IPB.

Mengapa hobi itu tetap dipertahankan? Menurut Tumpal, dirinya ingin mengasah otak kanan. “Sehingga ada keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan artinya kalau ada stress di jalan,” katanya.

Hobi lainnya adalah membaca dan menulis novel. Dia menjadi anggota komunitas menulis. Menurut dia hobi itu sudah tumbuh saat dia tanpa disadari, belajar mandiri. (saksono)

TUMPAL SIHOMBING, SE, MM

Tempat/Tanggal Lahir: Dairi (Sumut)/ 26 April 1972

RIWAYAT PENDIDIKAN

- MM-FEUI, Treasury Finance, Jakarta, 2008

- FEUI Manajemen Pemasaran (Cum Laude), Jakarta, 2000

- ITB, Teknik Informatika - KBK Basis Data, 1997

RIWAYAT PEKERJAAN

- Pendiri & CEO PT Efek Pakarindo (Bond Research Institute /BondRI), 2013- sekarang

- Head of Corporate Secretary PT Penilai Harga Efek Indonesia (Indonesia Bond Pricing Agency /IBPA), 2012

- Head of SBU School of Bonds and Fixed Income HSBC Indonesia, 2009

- Citigold Relationship Manager Citibank, 2005

- Salesman for High-Tech Products/Services Datascrip, 2000

ORGANISASI

- Wakil Ketua Divisi Edukasi Indonesian Corporate Secretary Association (ICSA)

- Pengurus Ikatan Alumni Universitas Indonesia Fakultas Ekonomi (ILUNI - FEUI)

- Anggota Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI)

- Pengurus Jakarta Financial Club Member

KEAHLIAN

· Makroekonomi/Pasar Modal/Obligasi

· Manajemen Portofolio/Wealth Management

· Teknologi Informasi/MIS-Database

HOBI

· Bermain gitar akustik dan bernyanyi

· Bermain futsal dan beladiri Aikido

· Membaca jurnal dan menulis novel.