Langganan Top Brand Luncurkan 3 Produk Asuransi Jiwa - Bumiputra

NERACA

Top Brand merupakan salah satu tolok ukur keberhasilan sebuah merek di pasar. Konon, produk yang berlogo Top Brand mampu menumbuhkan kepercayaan masyarakat untuk memilihnya diantara produk sejenis. Terkait hal tersebut, di 2014 ini, perusahaan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 kembali meraih salah satu tolok ukur keberhasilan tersebut.

Bagi Bumiputera, ini merupakan Top Brand yang kedelapan. Sejak pertama di gelar pada tahun 2007, Bumiputera selalu langganan Top Brand. Top Brand merupakan hasil survey yang dilakukan di enam kota besar Indonesia. Yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan dan Makassar.

Top Brand Award diberikan kepada merek-merek di dalam kategori produk tertentu yang memenuhi dua kriteria. Pertama, Merek-merek yang memperoleh Top Brand Index maksimum sebesar 10%, dan Kedua; Merek-merek yang menurut hasil survey berada dalam posisi top three di dalam kategori produknya. Dan kedua criteria ini harus dipenuhi agar sebuah merek berhak menyandang predikat "Top Brand." Dan hanya tiga produk yang meraih top brand untuk setiap kategori.

Memasuki usianya ke-102, AJB Bumiputera kembali meluncurkan tiga produk asuransi jiwa dengan komposisi dua produk untuk perorangan, group/kumpulan dengan satu produk asuransi jiwa syariah.

“Di hari bersejarah ini, kami luncurkan 3 produk di tiga lini bisnis yang kami miliki. Tiga produk teranyar ini kami jadikan hadiah istimewa di hari HUT Asuransi Bumiputra bagi masyarakat Indonesia yang ingin memiliki perlindungan masa depan mereka melalui asuransi,” ujar Direktur Utama AJB Bumiputera 1912, Madjdi Ali.

Produk pertama adalah produk Mitra Asri (Asuransi Rakyat Indonesia) merupakan salah satu produk asuransi mikro Bumiputera, yang ditujukan untuk perlindungan keluarga dengan premi hanya Rp50ribu - Rp250 ribu per tahunnya.

Sedangkan produk kedua adalah Mitra Tani Idaman yang ditujukan untuk perlindungan para petani perkebunan agar dapat melangsungkan usaha perkebunannya yaitu dengan merencanakan peremajaan tanaman perkebunannya.

Produk ketiga yaitu Mitra Amanah didesain memberikan perlindungan jiwa sekaligus memiliki fasilitas investasi sesuai prinsip syariah.

Selain itu, untuk meningkatkan penetrasi pasar Bumiputra juga meluncurkan dua saluran distribusi baru. Dua saluran distribusi yang diluncurkan, adalah saluran distribusi melalui perbankan (Bancassurance) dan juga keberadaan cabang prioritas.

Kedua saluran ini akan memperkuat armada pemasaran yang dimiliki Bumiputera saat ini, yaitu lebih dari 400 kantor pelayanan, lebih dari 26 ribu agen. Bancassurance yang telah berjalan selama ini dengan bekerjasama Bank Pembangunan Daerah (BPD), yaitu melindungi nasabah perkreditan BPD. Ke depan kerjasama ini akan terus ditingkatkan dari sisi produk maupun jumlah bank yang akan diajak bekerjasama.

BERITA TERKAIT

Lagi, ICDX Bakal Luncurkan Kontrak Baru - Geliat Transaksi Bursa Komoditi

NERACA Jakarta – Dorong pertumbuhan transaksi di bursa komoditi, Indonesia Commodity & Derivative Exchange atau ICDX dalam waktu dekat bakal…

Produk Atlet Nabung Saham Dirilis di Pasar - Dukung Atlet Melek Investasi

NERACA Jakarta –PT MNC Sekuritas menilai program atlet nabung saham bisa menjadi investasi jangka panjang bagi para olahragawan di Tanah…

Sido Muncul Menaruh Asa Penjualan Tumbuh 10% - Perluas Pasar dan Produk Baru

NERACA Surabaya – Masih terjaganya daya beli masyarakat menjadi keyakinan PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) bila…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…