Penelitian Gunung Padang Jadi Inspirasi Kaum Intelektual

Hasilkan Karya-karya Serta Temuan Nyata Bagi Bangsa

Sabtu, 15/02/2014

NERACA

Salah satu manfaat peninggalan sejarah adalah membantu dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan dengan memanfaatkannya sebagai obyek penelitian. Selain itu, pelestarian situs dan kawasan peninggalan bersejarah menjadi salah satu langkah strategis untuk membawa ke depan identitas bangsa melalui keunikan monumen, situs, dan kebudayaan.

Situs Peninggalan sejarah Gunung Padang misalnya. Penelitian yang dilakukan di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kaum intelektual untuk menghasilkan karya-karya serta temuan yang nyata bagi bangsa. Pasalnya, Gunung Padang mempunyai latar belakang yang sangat berarti bagi peradaban di Indonesia bahkan dunia.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia M. Nuh mengharapkan pengungkapan ilmiah situs Gunung Padang yang merupakan bangunan teras berundak yang bukan hanya terbesar di Jawa Barat, tetapi juga di Asia Tenggara bahkan di Asia Pasific dapat memberikan pengetahuan pada masyarakat Indonesia.

"Situs ini sangat menakjubkan dan luar biasa. Rakyat Indonesia bisa tahu peradaban bangsanya, dimana situs ini nantinya sebagai tempat pembelajaran," ujar dia.

Situs ini diteliti banyak pihak dari banyak negara lain seperti Jerman dan Prancis. Penelitian di Situs Gunung Padang dilakukan sejak November 2011. Dalam penelitian, diketahui bahwa terdapat bangunan megah buatan manusia ribuan tahun lalu di bawah situs megalitikum Gunung Padang.

Hasil geolistrik dan georadar yang dilakukan anggota peneliti, geolog Dr. Danny Hilman juga menunjukkan citra yang tidak alami. Dari citra tersebut diketahui beberapa meter di dalam tanah Gunung Padang bukan merupakan tanah alami.

Selain itu, Situs Gunung Padang bukanlah situs sederhana melainkan struktur bangunan yang sangat besar. Para peneliti memperkirakan luas situs itu 10 kali luas Candi Borobudur di Jawa Tengah.

Arkeolog asal Universitas Indonesia yang juga Ketua Tim Arkeolog dari Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) Gunung Padang Ali Akbar mengatakan situs di Gunung Padang diperkirakan sebagai struktur prasejarah terbesar di Asia.

"Kalau berdasarkan studi literatur yang saya lakukan dan konfirm dengan beberapa arkeolog luar negeri, sudah dapat dipastikan ini (situs Gunung Padang) adalah bangunan prasejarah terbesar di Asia. Bahkan situs Gunung Padang berpotensi menjadi struktur prasejarah terbesar di dunia," kata Ali Akbar usai meluncurkan buku Situs Gunung Padang Misteri dan Arkeologi di Jakarta belum lama ini

Berdasarkan uji karbon dating yang dilakukan Laboratorium Batan pada material paleosoil di kedalaman empat meter dari situs Gunung Padang, ia mengatakan menunjukkan usia 5500 tahun Sebelum Masehi (SM). Sedangkan hasil dari Laboratorium Beta Miami, Florida, Amerika Serikat (AS), material dari kedalaman empat hingga 10 meter berusia 7600-7800 SM.

"Dari hasil karbon dating yang usianya 5000 SM lebih jelas situs ini tertua di dunia mengalahkan Piramid yang usianya sekitar 2500 SM," ujar Ali.