Puluhan Pekerja Garmen PT Eurogate Unjuk Rasa

Kota Sukabumi

Kamis, 13/02/2014

Sukabumi - Puluhan pekerja garmen PT Eurogate menggelar aksi unjuk rasa di Balaikota Sukabumi, mereka menuntut agar pemda bisa memfasilitasi permasalahan yang terjadi antara pekerja dengan pihak manajemen. Kedatangan puluhan pekerja garmen tersebut diterima langsung Walikota Sukabumi H M Muraz di ruang pertemuan Balaikota Sukabumi. Tampak pula Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan transmigrasi (Dinsostek) Kota Sukabumi, Dadang Sudaryat, Ketua SPN Kota Sukabumi Andri dan Asda III Saleh Makbullah,.di ruang pertemuan Setda Kota Sukabumi, Rabu.

Koordinator aksi Yudi, mengatakan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan seluruh pekerja terkait dengan belum dibayarnya upah kerja sejak Januari 2014 dan kebijakan manajemen yang merolling jam kerja bagi seluruh pekerja setiap pekan. “Bukan hanya gaji Januari saja yang belum dibayar, gaji Desember tahun lalu saja bayarnya dicicil sebanyak tiga kali,” ujarnya.

Dijelaskannya, alasan manajemen memberlakukan hal tersebut karena proses order barang di eropa yang tidak lancar, lalu bahan baku yang kurang sehingga menghambat jalannya produksi di beberapa bagian atau unit kerja. “Terlepas dari masalah itu, yang jelas kami hanya ingin meminta kejelasan dari pihak manajemen terkait nasib kami itu saja. Dan kami berharap Pemda bisa memfasilitasi hal ini,” tandasnya.

Sementara itu Walikota Sukabumi H M Muraz mengatakan, setahu dirinya baru dua kali permasalahan seperti ini di PT Eurogate dan yang namanya perusahaan pasti ada naik dan turun, asalkan jangan ada dusta diantara kita. “Saya sudah instruksikan dinas terkait untuk langsung datang dan bertemu dengan manajemen, membahas permasalahan ini,” ujarnya.

Terkait dengan Upah Minimum Regional (UMR), Muraz menjelaskan, manajemen PT Eurogate harus bisa memenuhi kewajibannya untuk menggaji pekerjanya. Apabila mereka tidak sanggup, harus mengajukan permohonan ke propinsi, dalam hal ini ke Gubernur Jawa Barat.