Puluhan Pekerja Garmen PT Eurogate Unjuk Rasa - Kota Sukabumi

Sukabumi - Puluhan pekerja garmen PT Eurogate menggelar aksi unjuk rasa di Balaikota Sukabumi, mereka menuntut agar pemda bisa memfasilitasi permasalahan yang terjadi antara pekerja dengan pihak manajemen. Kedatangan puluhan pekerja garmen tersebut diterima langsung Walikota Sukabumi H M Muraz di ruang pertemuan Balaikota Sukabumi. Tampak pula Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan transmigrasi (Dinsostek) Kota Sukabumi, Dadang Sudaryat, Ketua SPN Kota Sukabumi Andri dan Asda III Saleh Makbullah,.di ruang pertemuan Setda Kota Sukabumi, Rabu.

Koordinator aksi Yudi, mengatakan bahwa aksi unjuk rasa yang dilakukan seluruh pekerja terkait dengan belum dibayarnya upah kerja sejak Januari 2014 dan kebijakan manajemen yang merolling jam kerja bagi seluruh pekerja setiap pekan. “Bukan hanya gaji Januari saja yang belum dibayar, gaji Desember tahun lalu saja bayarnya dicicil sebanyak tiga kali,” ujarnya.

Dijelaskannya, alasan manajemen memberlakukan hal tersebut karena proses order barang di eropa yang tidak lancar, lalu bahan baku yang kurang sehingga menghambat jalannya produksi di beberapa bagian atau unit kerja. “Terlepas dari masalah itu, yang jelas kami hanya ingin meminta kejelasan dari pihak manajemen terkait nasib kami itu saja. Dan kami berharap Pemda bisa memfasilitasi hal ini,” tandasnya.

Sementara itu Walikota Sukabumi H M Muraz mengatakan, setahu dirinya baru dua kali permasalahan seperti ini di PT Eurogate dan yang namanya perusahaan pasti ada naik dan turun, asalkan jangan ada dusta diantara kita. “Saya sudah instruksikan dinas terkait untuk langsung datang dan bertemu dengan manajemen, membahas permasalahan ini,” ujarnya.

Terkait dengan Upah Minimum Regional (UMR), Muraz menjelaskan, manajemen PT Eurogate harus bisa memenuhi kewajibannya untuk menggaji pekerjanya. Apabila mereka tidak sanggup, harus mengajukan permohonan ke propinsi, dalam hal ini ke Gubernur Jawa Barat.

BERITA TERKAIT

Disnaker Kota Sukabumi Langsung Hitung UMK - Terkait Kenaikan UMP 8,03 Persen

Disnaker Kota Sukabumi Langsung Hitung UMK Terkait Kenaikan UMP 8,03 Persen NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi sedang melakukan…

KABUPATEN SUKABUMI - Dua Bulan Tak Melaut, Nelayan Terpaksa Pinjam Rentenir

KABUPATEN SUKABUMI Dua Bulan Tak Melaut, Nelayan Terpaksa Pinjam Rentenir NERACA Sukabumi – Cuaca buruk yang melanda pantai selatan Kabupaten…

Pemkot Sukabumi Mulai Susun RPJMD 2018-2023

Pemkot Sukabumi Mulai Susun RPJMD 2018-2023 NERACA Sukabumi - Badan Perencanaaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Sukabumi mulai melakukan pembahasan Rencana…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Menteri LHK: PLTA Batangtoru Tidak Ganggu Orangutan

Menteri LHK: PLTA Batangtoru Tidak Ganggu Orangutan NERACA Jakarta – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Batangtoru, Tapanuli Selatan,…

Sampoerna Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia

Sampoerna Dukung Pemberdayaan UKM di Indonesia NERACA Jakarta – Pemberdayaan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di terus dilakukan di…

KOTA SUKABUMI - Tahun Ini, Kemungkinan Besar 10 Perda Tuntas dari 15 Raperda

KOTA SUKABUMI  Tahun Ini, Kemungkinan Besar 10 Perda Tuntas dari 15 Raperda NERACA Sukabumi - Dari target 15 Rancangan Peraturan…