Wagub Jabar Resmikan Gedung Baru Mochi Lampion

Kota Sukabumi

Kamis, 13/02/2014

Sukabumi - Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Mizwar, resmikan gedung baru Mochi Lampion Kaswari, di Jalan Bhyangkara Kota Sukabumi, Rabu (12/2). Selain meresmikan gedung baru, ia juga berkesempatan melihat pembuatan makanan khas asal Kota Sukabumi tersebut.

Mochi kata Demiz sapaan akrabnya, merupakan salah satu panganan khas Tiongkok (China). Namun di Indonesia, Mochi lebih terkenal dari daerah Sukabumi. Bentuknya bulat,bertabur tepung, serta terasa kenyal, dan jika di gigit, akan terasa manis bagian dalamnya. “Mochi asal Kota Sukabumi sudah terkenal ke seantero Indonesia. Dan salah satu Mochi yang terkenal adalah Mochi Lampion Kaswari. Saya harapkan kerajinan ini harus terus bertahan dan menjaga kualitas serta kuantitasnya,” ungkap Demiz.

Pemilik Mochi Lampion, Yudi Wiharsa kepada Neraca Rabu (12/2), mengungkapkan, dengan adanya gedung baru Mochi ini, untuk memperkuat ikon Kota Sukabumi sebagai Kota Mochi. “Dan tentunya gedung ini sebagai bentuk peningkatan pelayanan terhadap konsumen,” pungkas dia.

Diterangkan, salah satu yang membuat panganan asli Sukabumi ini unik adalah dari kemasannya. Kue mochi ini dikemas dalam keranjang kecil berukuran kira-kira 20 cm yang terbuat dari bambu serta kotak terbuat dari kertas yang higienis. “Sangat tradisional kemasannya. Pemilihan bambu ini sebagai menjaga ketradisionalan. Namun dengan perkembangan zaman, kita juga menggunakan kotak kertas sebagai kemasannya,” tutur Yudi Wiharsa.

Ia menambahkan, awalnya hanya ada dua jenis kue mochi yang di produksi dan dipasarkan yakni mochi tanpa isi yang disebut dengan khiatong, dan kue mochi yang di isi dengan adonan kacang. “Kini Mochi buatan kami sudah memiliki aneka rasa, mulai dari coklat, strawberry dan lainnya. Dan paling penting, Mochi buatan kami tidak tersentuh oleh mesin. Pembuatannya masih tradisional,” ujar dia.

Sebenarnya, kata dia mengungkapkan sejarahnya, panganan mochi ini merupakan panganan asli bangsa Tiongkok,biasa disajikan dalam acara resepsi pernikahan pasangan warga keturunan cina.Konon kue itu pertama kali dipopulerkan oleh warga tionghoa pada tahun 1960-an.

Ia menyebutkan, usaha pembuatan mochi tempatnya itu kini menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. “Dari kegiatan pembuatan mochi ini, sangat besar menyerap tenaga kerja. Di tempat saya saja, jumlah tenaga kerjanya mencapai 100 orang,” ungkap dia.

Khusus Mochi Kaswari Lampion yang dikelola, sudah berdiri puluhan tahun silam “Usaha ini usaha turun temurun, adn bersifat produksi rumahan (home industry)", tambah dia.

Yudi menyebutkan, selain pasar Sukabumi, Mochi buatannya sudah masuk ke sejumlah daerah seperti Cianjur, Bandung, Bogor, Jakarta hingga ke Banten dan sekitarnya. “Permintaan pasar setiap harinya mencapai 20.000 pcs per hari. Sedangkan khusus pasar Sukabumi, mencapai 10 ribu pcs,” jelas dia.

Namun dia enggan berandai-andai untuk mengembangkan pemasaran ke luar daerah yang lebih jauh, mengingat Mochi tidak bisa dibiarkan berlama-lama dalam kemasan. “Mochi ini tidak memakai bahan pengawet, sehingga tidak bisa berlama-lama untuk didiamkan. Dan ini pula alasan kami tidak mengembangkan market ke luar Pulau Jawa,” ujar dia.