BSD Bukukan Penjualan Rp 7,35 Triliun

Sepanjang tahun 2013, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) berhasil membukukan kenaikan penjualan pemasaran (marketing sales) sebesar 72% menjadi Rp7,35 triliun. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BSDE Hermawan Wijaya mengatakan, capaian marketing sales perseroan pada tahun lalu melampaui target awal sebesar Rp7 triliun. Dia menjelaskan bahwa konstribusi terbesar marketing sales sepanjang tahun lalu berasal dari segmen penjualan tanah,”Segmen penjualan tanah membukukan total angka penjualan marketing sales sebesar Rp3,29 triliun," kata dia.

Angka tersebut sekitar 45% dari total penjualan marketing sales perseroan tahun lalu. Angka penjualan tanah tercatat tumbuh 163% dibanding 2012 sebesar Rp1,25 triliun. Hermawan menjelaskan bahwa penjualan lot tanah didukung penjualan kepada anak perusahaan hasil patungan (joint venture/JV) antara BSDE dengan sejumlah mitra asing maupun lokal, seperti Hongkong Land, AEON Mall Jepang dan Dyandra.

Selain penjualan anorganik yang mencatatkan pertumbuhan positif, perseroan juga membukukan pertumbuhan penjualan pemasaran organik yang solid. Angka pertumbuhan penjualan pemasaran organik pada tahun lalu tumbuh 26% atau sebesar Rp5,4 triliun.

Disamping itu, BSD juga membeli mal Epicentrum Walk yang merupakan bisnis usaha milik PT Bakrie Swastika Utama (BSU), anak usaha PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) senilai Rp 297 miliar.

Epicentrum Walk yang terletak di CBD Kuningan Rasuna Epicentrum, Jakarta Selatan merupakan kawasan komersial yang beroperasi sejak 2010 dan memiliki tingkat hunian (occupancy rate) 85% dan gross rental yield 8,5% per tahun.

Kata Hermawan, pembelian ini merupakan bagian dari strategi perseroan untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis secara anorganik terutama untuk memperkuat segmen pendapatan recurring income (pendapatan berkelanjutan) perseroan. Disebutkan, akusisi ruang ritel yang dilakukan kelompok properti Sinarmas Land ini mencangkup area seluas sekitar 14.850 m2. Anchor tenant di tempat antara lain Farmer Market, Electronic City, Avara Lounge, dan restoran Ming.

Hermawan menambahkan, langkah akuisisi lahan ritel ini diharapkan akan memperkuat proporsi recurring income menjadi 20:80 dalam lima tahun mendatang. Saat ini posisi recurring income berada di kisaran 15:85 terhadap pendapatan penjualan produk/ sales development. (bani)

BERITA TERKAIT

Kopdit Keling Kumang Mampu Bukukan Aset Rp1,3 T

Kopdit Keling Kumang Mampu Bukukan Aset Rp1,3 T NERACA Sintang - Tak usah heran bila Koperasi Kredit (Kopdit) atau Credit…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 8,91 Triliun

NERACA Jakarta – Tercatat sampai akhir Agustus 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah membukukan kontrak baru senilai Rp…

Merdeka Copper Raup Dana Rp 1,33 Triliun - Terbitkan Saham Baru

NERACA Jakarta – Eksplorasi tambang emas PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) makin lebih leluasa dan agresif seiring dana segar…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

RIMO Catatkan Laba Bersih Rp 83,81 Miliar

NERACA Jakarta - Di semester pertama 2018, PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO) mencatatkan laba bersih sebesar Rp83,81 miliar  atau naik 175,14%…

FIF Terbitkan Obligasi Rp 1,3 Triliun

Perkuat modal, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) yang bergerak di bidang pembiayaan, yakni PT Federal International Finance (FIF)…