Energi Habiskan Biaya Eksplorasi US$9,8 Juta

NERACA

Jakarta- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengeluarkan biaya untuk kegiatan eksplorasi pada Januari 2014 sekitar US$9,80 juta. Kegiatan eksplorasi dilakukan di dua wilayah yaitu Blok Bentu PSC, dan Blok Malacca Strait PSC, Riau. Informasi ini disampaikan Seketaris Perusahaan PT Energi Mega Persada, Riri Hosniari Harahap di Jakarta, Rabu (12/2).

Disebutkan, total biaya yang dikeluarkan perseroan untuk pengeboran sumur gas pengembangan segat-6 di Blok Bentu PSC sebesar US$3,88 juta. Adapun pihak yang melakukan eksplorasi di blok tersebut yaitu EMP Bentu Limited (anak usaha perseroan. Sementara untuk kegiatan eksplorasi di Blok Malacca Strait PSC, menghabiskan dana sebesar US$5,91 juta. Dana tersebut antara lain digunakan untuk pengeboran sumur minyak pengembangan MSDC-16. Adapun pihak yang melakukan eksplorasi yaitu EMP Malacca Strait.

Untuk mendukung kinerjanya, perseroan mengantongi dana pinjaman senilai US$ 90 juta seiring ditandatanganinya perjanjian pinjaman dengan Bank of New York Mellon cabang Singapura.Untuk pinjaman berdenominasi dolar ini perseroan menyebutkan telah menjaminkan sejumlah asetnya.

Direktur ENRG, Didit Hidayat Agripinanto mengatakan, penandatanganan perjanjian pinjaman tersebut dilakukan pada 5 Desember 2013. Perseroan akan menggunakan dana tersebut untuk general corporate purposes. Sejumlah aset yang dijaminkan antara lain seluruh saham ENRG di PT Tunas Harapan Perkasa (THP), PT Imbang Tata Alam dan RHI Corporation (RHI). Termasuk saham anak-anak usaha THP dan RHI.“Seluruh hak tagih yang dimiliki anak perusahaan THP dan RHI dari hasil penjualan minyak dan gas juga menjadi jaminan.” katanya.

Diketahui, perusahaan yang bergerak bidang hulu minyak dan gas ini menargetkan pendapatan pada tahun ini mencapai US$760 juta. Target itu naik 58% dibanding perkiraan pendapatan tahun ini sebesar US$480 juta. Target pendapatan tersebut ditopang oleh produksi tiga blok utama yang telah aktif secara penuh, yaitu Bentu PSC, ONWJ PSC, dan Kangean PSC yang sudah mulai beroperasi.“Kami akan fokus ke tiga blok utama yang sudah mulai beroperasi itu,” kata Direktur Utama Energi Mega Persada, Imam P Agustino beberapa waktu lalu.

Perseroan disebut sebut menganggarkan dana belanja modal (capital expenditure/capex) pada sebesar US$233 juta pada tahun ini. Dana tersebut antara lain diperuntukkan bagi pengembangan usaha perseroan. Alokasi belanja modal ini mengalami peningkatan sekitar 97% dibanding capex tahun 2013 sebesar US$118 juta. (lia)

BERITA TERKAIT

Pasar Properti Penuh Tantangan - BTN Optimis Masih Ada Peluang Tumbuh 2020

NERACA Jakarta – Tahun depan, industri properti masih menemui tantangan seiring dengan ancaman perlambatan ekonomi nasional dan resesi ekonomi di…

PPRE Targetkan Kontrak Baru Tumbuh 20%

NERACA Jakarta –Tahun depan, PT PP Presisi Tbk (PPRE) memproyeksikan raihan proyek baru akan tumbuh 20% dibanding tahun ini. Tercatt…

Berikan Layanan Nasabah Korporasi - Maybank Sediakan Cash Collection Solution

NERACA Jakarta – Guna meningkatkan layanan kepada nasabah korporasi, PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) memberikan cash collection solution,…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…