Lagi, GMF AeroAsia Dipercaya Sriwijaya Air

Anak usaha Garuda Indonesia, PT GMF AeroAsia kembali dipercaya Sriwijaya Air untuk perawatan mesin pesawat Sriwijaya Air Engine CFM56-7, bila sebelumnya kerjasama ini sudah dilakukan. Kepercayaan ini dituangkan dalam agreement yang ditandatangani oleh Direktur Base Operation GMF Agus Sulistyono dan Direktur Teknik Sriwijaya Air Bapak Ananta Wijaya. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Singapur, Rabu (12/2).

Kata Direktur Base Operation GMF, Agus Sulistyono, perawatan mesin Sriwijaya Air ini membuktikan kepercayaan Sriwija Air kepada GMF atas kapabilitas baru dari GMF. Adanya kerjasama ini membuktikan bahwa GMF AeroAsia berkomitmen mengembangkan kapabilitas dan kapasitas yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan pasar perawatan nasional maupun pasar global. Pengembangan kapabilitas dilakukan dengan menguasai perawatan pesawat-pesawat tipe terbaru, terutama B737-NG dan A320 termasuk juga perawatan engine nya. Populasi pesawat B737-NG, baik di Indonesia maupun di luar negeri terus bertambah setiap tahun.

Sebagian besar maskapai di Indonesia juga telah mengalihkan operasional pesawatnya dari B737-Classic dengan B737-NG maupun A320. Sebelumnya, GMF telah memiliki sejumlah kapabilitas dalam menjalankan bisnis perawatan pesawat dan engine. Beberapa kapabilitas perawatan engine yang dimiliki oleh GMF antara lain CFM56-3, Spey, APU GTCT 85 Series, TSCP 700, dan CFM56-7B hingga tahap overhaul.

Dengan kapabilitas baru yang dimiliki ini, GMF menargetkan meningkatkan daya serap pasar perawatan pesawat nasional. Agus Sulistyono mengatakan hingga kini, GMF sebagai bengkel pesawat terbesar di Indonesia telah menguasai sedikitnya 70 persen perawatan pesawat dalam negeri. “Selain itu, kami juga menargetkan peningkatan penyerapan pasar global dengan kapabilitas dan kapasitas yang terus kami tingkatkan,” kata Agus. (bani)

BERITA TERKAIT

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

2020, Tak Ada Lagi Mata Pelajaran Matematika Di Negara Ini

      Matematika menjadi salah satu mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa di Indonesia. Tinta merah acap kali tersemat…

Lagi Profit Taking Bikin IHSG Kembali Loyo

NERACA Jakarta – Selang sehari indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat, kini indeks di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut kambali…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Sidang Dugaan Monopoli Aqua - Saksi Ahli : Praktik Monopoli Mutlak Dilarang

Dari sidang lanjutan atas dugaan praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat yang dilakukan PT Tirta Investama dan PT Balina …

Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun - KAI Tawarkan Kupon Bunga Hingga 8%

NERACA Jakarta – Danai pengembangan ekspansi bisnisnya dan termasuk peremajaan armada, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana menerbitkan obligasi I…

Laba Bersih Hartadinata Tumbuh 28,4%

NERACA Jakarta – Sepanjang kuartal tiga 2017, PT Hartadinata Abadi Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 95 miliar atau naik…