Penyaluran Kredit Danamon Tumbuh 16%

Sepanjang 2013

Kamis, 13/02/2014

NERACA

Jakarta - PT Bank Danamon Indonesia Tbk sepanjang tahun 2013 mencatatkan total kredit sebesar Rp 135 triliun atau tumbuh sebesar 16% jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Chief Financial Officer Danamon, Vera Eve Lim menjelaskan pertumbuhan kredit tersebut didorong oleh pertumbuhan sebesar 12% pada kredit untuk sektor usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) yang berkontribusi sebesar 30% dari total portofolio kredit Danamon. "Sedangkan untuk kredit ke sektor mikro melalui Danamon simpan pinjam, Danamon berhasil membukujan pertumbuhan sebesar 6% pada akhir 2013 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi Rp 19.9 triliun," ucap Vera di Jakarta, Rabu (12/2).

Lebih lanjut dia menjelaskan, kredit kepada segmen usaha kecil dan menengah (UKM) tumbuh sebesar 18% menjadi Rp 21 triliun. "Sementara itu untuk kredit segmen komersial tumbuh sebesar 31% pada akhir tahun 2013 dibandingkan pada akhir tahun 2012 menjadi Rp 16.6 triliun, sedangkan untuk kredit ke segmen korporasi tumbuh sebesar 49% menjadi Rp 18.8 triliun," tambah dia.

Selain itu, Vera juga mengungkapkan Danamon akan memanfaatkan peluang yang muncul dengan berkembangnya segmen berpenghasilan menengah atau middle income, serta meneruskan momentum pertumbuhan pesat di mass market dan non mass market, serta trade finance.

Di sektor kredit kendaraan bermotor, melalui Adira Finance tumbuh sebesar 6% sepanjang tahun 2013 dibandingkan tahun 2012 menjadi Rp 48,3 triliun. “Pertumbuhan kredit ini mencerminkan pertumbuhan industri otomotif, yang terkena dampak regulasi Down Payment tahun lalu,” imbuh Vera.

Pertumbuhan kredit Danamon pada tahun 2013 disertai oleh kualitas aset yang membaik. Rasio Non Performing Loan (NPL) yang berada pada posisi 1,9% pada akhir bulan Desember tahun lalu membaik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 2,4%.

Danamon juga mencatatkan peningkatan fee based income sebesar 11% pada akhir tahun 2013 menjadi Rp4,9 triliun. Non Credit related fee naik 12% menjadi Rp1,5 triliun yang didorong oleh asuransi umum, cash management dan bancassurance.

Sepanjang tahun 2013, bank Danamon berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp4.04 triliun. “Laba perusahaan didorong oleh pertumbuhan kredit korporat, trade finance, mikro, UKM dan pertumbuhan pembiayaan aktiva, selain itu, banyak juga pertumbuhan kualitas aktiva dan laba operasional,” kata Vera.

Perusahaan juga mencatatkan rasio kredit atau loan to deposit ratio (LDR) yang positif menjadi 95,1%. "Sampai 31 Desember 2013, LDR mencapai 95,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 100,7%," jelas dia.

Sedangkan untuk Net Interest Income (NIM) perseroan tercatat 9,6% atau turun 0,5% dibandingkan 10,1% tahun 2012. "Penurunan NIM ini lantaran ada penyesuaian suku bunga. Sementara itu, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio atau CAR) perseroan tercatat sebesar 17,9% pada tahun 2013," ungkapnya. [sylke]