Peluang Indeks BEI Menguat Masih Terbuka

NERACA

Jakarta –Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu kemarin, ditutup menguat 26,096 poin (0,58%) ke level 4.496,286. Sementara Indeks LQ45 naik 4,141 poin (0,55%) ke level 756,280. Perburuan aksi beli investor asing menjadi pemicunya setelah ada kesepakatan Kongres AS memperpanjang jangka waktu utang pemerintah setempat dan berlanjutnya stimulus oleh The Fed.

Alhasil, indeks sama sekali tidak menyentuh zona merah sejak awal perdagangan. Meskipun aksi beli asing cukup ramai, namun tidak luput dari aksi ambil untung investor yang terjadi di saham-saham komoditas.

Menurut analis PT Anugerah Securindo Indah, Bertoni Rio, munculnya sentimen positif baru dari data neraca perdagangan China yang lebih baik daripada ekspektasi juga menjadi pemicu mayoritas bursa saham regional, termasuk IHSG menguat,”Selain itu, pernyataan Gubernur the Fed baru, yakni Janet Yellen yang tetap mempertahankan kebijakan suku bunga rendah cukup menenangkan psikologis pasar,”ujarnya di Jakarta, Rabu (12/2).

Dari dalam negeri, lanjut dia, ekonomi Indonesia dinilai masih kondusif dan beberapa pelaku pasar memproyeksikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) masih dipertahankan di posisi 7,5%, diharapkan sesuai dengan estimasi,”Sentimen dari domestik ditambah dukungan dari eksternal membuat pasar saham global berada di area positif," kata dia.

Bertoni Rio memproyeksikan bahwa indeks BEI akan kembali menguji level psikologis 4.500 pada perdagangan Kamis (13/2) dengan beberapa saham-saham yang dapat diperhatikan, yakni sektor konsumer, infranstruktur, dan industri dasar. Tercatat pada perdagangan kemarin, transaksi investor aisng melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 412,93 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 213.726 kali pada volume 4,841 miliar lembar saham senilai Rp 5,465 triliun. Sebanyak 179 saham naik, sisanya 95 saham turun, dan 91 saham stagnan. Bursa-bursa regional mempertahankan momentum penguatan hingga penutupan perdagangan. Kesepakatan Kongres AS memperpanjang jangka waktu utang pemerintah setempat dan berlanjutnya stimulus oleh The Federal Reserve jadi sentimen positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 4.000 ke Rp 359.000, Matahari (LPPF) naik Rp 950 ke Rp 12.975, Mayora (MYOR) naik Rp 750 ke Rp 27.500, dan J Resources (PSAB) naik Rp 550 ke Rp 3.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 10.000 ke Rp 1,06 juta, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.800 ke Rp 69.200, Citra Turbindo (CTBN) turun Rp 1.150 ke Rp 4.600, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 5.400.

Menutup perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup menguat 14,721 poin (0,33%) ke level 4.484,911. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,159 poin (0,29%) ke level 754,298. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 132.910 kali pada volume 2,84 miliar lembar saham senilai Rp 2,943 triliun. Sebanyak 177 saham naik, sisanya 83 saham turun, dan 77 saham stagnan.

Bursa-bursa regional akhirnya kompak menguat setelah diawal perdagangan bergerak mixed. Kesepakatan Kongres AS memperpanjang jangka waktu utang pemerintah setempat dan berlanjutnya stimulus oleh The Federal Reserve jadi sentimen positif.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Mayora (MYOR) naik Rp 775 ke Rp 27.525, Goodyear (GDYR) naik Rp 750 ke Rp 18.250, Matahari (LPPF) naik Rp 675 ke Rp 12.700, dan Unilever (UNVR) naik Rp 350 ke Rp 27.950. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 10.000 ke Rp 1,06 juta, Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 350.000, Citra Turbindo (CTBN) turun Rp 1.150 ke Rp 4.600, dan Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 500 ke Rp 5.400.

Kemudian diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 19,41 poin atau 0,43% menjadi 4.489,60, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 5,03 poin (0,67%) ke level 757,17. Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah mengatakan, kenaikan indeks bursa saham global menambah akumulasi sentimen positif dari dalam negeri terutama publikasi laporan keuangan 2013 yang mulai dan akan dilakukan oleh emiten.”Publikasi kinerja keuangan emiten domestik selama ini selalu mendapat respon positif dari kalangan pelaku pasar," kata dia.

Sentimen lain dari domestik, lanjut dia, komitmen pemerintah untuk menjalankan amanat Undang-undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral, Batu Bara dan Produk Turunannya merupakan sinyal bagi sektor pertambangan. Bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 115,72 poin (0,53%) ke level 22.078,70, indeks Nikkei naik 118,06 poin (0,80%) ke level 14.832,11 dan Straits Times menguat 8,17 poin (0,24%) ke posisi 3.036,19. (bani)

BERITA TERKAIT

Laju IHSG Sepekan Kemarin Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin mengalami kenaikan 1,32% ke posisi 6.591,58 poin dari 6.505,52…

Blue Bird Menelan Pil Pahit Keluar Dari Indeks MSCI - Buntut Likuiditas Terus Melorot

NERACA Jakarta – Ketatnya persaingan bisnis transportasi umum berbasis online, memaksa kue transportasi yang selama ini dinikmati PT Blue Bird…

BEI Ingatkan BSWD Wajib Beli Saham Publik - Proses Sebelum Delisting

NERACA Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menegaskan bahwa manajemen PT Bank of India Indonesia Tbk (BSWD) memiliki kewajiban…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BFI Finance Kantungi Izin Usaha Syariah

Perusahaan pembiayaan, PT BFI Finance Indonesia Tbk telah memeroleh persetujuan perizinan pembukaan unit usaha syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).…

Total Emisi Obligasi Capai Rp 2,47 Triliun

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan telah membukukan total emisi obligasi dan sukuk sebanyak 1 emisi dari 1 emiten senilai…