Waspadai Peredaran Uang Palsu Menjelang Pemilu - Oleh: Pribadi Santoso Utomo

Pelaksanaan Pemilu 2014 tinggal menghitung hari saja. Sehingga penyelenggara dan peserta pemilu sangat sibuk mempersiapkannya. KPU sebagai penyelenggara pemilu terus berusaha secara maksimal agar pelaksanaan pemilu berjalan lancar dan sukses.

Sedangkan partai politik sebagai peserta pemilu sibuk menarik simpati masyarakat agar memilih partainya dengan berbagai cara. Bahkan perlu diwaspadai dengan politik uang, apalagi kalau memakai uang palsu.

Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Malang Dudi Herawadi, mengatakan bahwa jelang Pemilu 2014, peredaran uang palsu diperkirakan akan kembali marak, menyusup di sela beragam transaksi terkait pemenuhan kebutuhan untuk penyelenggaraan dan pemenangan dalam pesta demokrasi itu.

Awas, jelang pemilu legislatif atau pemilu marak uang palsu. Bank Indonesia Malang siap mengantisipasi peredaran uang palsu yang diduga akan marak beredar di momentum Pemilu 2014 yang sebentar lagi akan dihelat.

BI menyatakan akan gencar melakukan sosialisasi pada masyarakat guna mencegah peredaran uang palsu tersebut. Kami sudah mulai melakukan sosialisasi antisipasi peredaran uang palsu di awal Februari 2014.

Untuk itu, BI Malang siap bekerja sama dengan sejumlah pihak, termasuk kepolisian, guna mencegah peredaran uang palsu itu. Namun, sampai saat ini kantornya belum menerima laporan soal peredaran uang palsu di Kota Malang. Memang belum ada laporan, tapi tak salah bila kita antisipasi sejak dini.

Berdasarkan data selama ini, peredaran uang palsu tercatat meningkat tajam setiap kali pesta demokrasi digelar. Peningkatan tajam itu, diperkirakan terkait dengan peningkatan transaksi untuk kebutuhan pemenangan pemilu.

Celakanya masyarakat masih belum tahu jelas uang asli atau tidak. Masyarakat, khususnya kelas menengah ke bawah, mayoritas masih belum bisa membedakan mana uang asli dan palsu.

Karena itu, BI menghimbau kepada masyarakat untuk hati-hati menerima uang, teliti dulu keasliannya sebelum menerimanya, ini ditujukan agar masyarakat tidak menjadi sasaran empuk peredaran uang palsu.

Kepada caleg partai politik yang berpartisipasi dalam pemilu 2014 ini, sebaiknya dalam menarik simpati masyarakat dengan adu program yang menguntungkan masyarakat, bukan dengan membagi uang atau politik uang.

Saya berharap pada pemilu 2014 masyarakat bisa memilih wakilnya di legislatif yang benar-benar mau memperjuangkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara. Jangan pilih caleg yang bermasalah hukum dan jelek rekam jejaknya. Semoga pemilu 2014 berjalan lancar, aman, demokratis dan diperoleh pemimpin yang amanah. (mimbar-opini.com)

BERITA TERKAIT

Bitcoin Gagal Jadi Mata Uang

      NERACA   London - Bitcoin (BTC) telah gagal sebagai mata uang yang diukur berdasarkan acuan-acuan atau tolak…

Menteri Dalam Negeri - Kepala Daerah Waspadai Area Korupsi

Tjahjo Kumolo Menteri Dalam Negeri Kepala Daerah Waspadai Area Korupsi Kendari - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan kepala daerah…

Penggabungan PGN Ke Pertamina - Oleh : Jajang Nurjaman, Koordinator Investigasi Center for budget Analysis (CBA)

Hingga september 2017 total aset Perusahaan Gas Negara (PGN) mencapai USD6.307.676.412 atau setara Rp83.892.096.279.600 (Kurs Rupiah Rp 13.300). Bahkan PGN…

BERITA LAINNYA DI OPINI

Pesantren di Tengah Pusaran Pilkada

Oleh : Nurdin M. Noer, Pemerhati Budaya Masyarakat   “Pesta politik” pun dimulai. Para pasangan calon, baik walikota/bupati dan gubernur…

Mengurai Kasus Korupsi Kepala Daerah

Oleh: Sri Muryono Sejumlah kasus dugaan korupsi yang melibatkan oknum kepala daerah kini dalam penanganan Korupsi Pemberantasan Korupsi dan ada…

Persoalan Muamalat di Mata KSSK, Sistemik atau Tidak?

Oleh: Rezkiana Nisaputra Bank Indonesia (BI) menilai, persoalan Muamalat (PT Bank Muamalat Indonesia) terkait dengan kinerja keuangannya mulai dari masalah…