Adhi Karya Siapkan Capex Rp 879 Miliar

NERACA

Jakarta – Perusahaan kontruksi, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang tahun ini sebesar Rp879 miliar, “Nantinya belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk mendukung investasi bisnis hotel, properti dan retail serta infrstruktur dan transportasi,”kata Sekretaris Perusahan Adhi M Aprindy dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Dia menjelaskan, sumber pendanaan berasal dari Obligasi tahap II, cadangan perusahaan dan pinjaman bank. Diharapkan belanja modal tersebut bisa mendukung target kinerja perseroan tahun ini. ADHI pada tahun ini menargetkan pertumbuhan yang didukung oleh lima lini bisnis perseroan, sehingga pada tidak lagi bertumpu hanya pada bisnis jasa konstruksi, namun mendapat dukungan

dari lini bisnis lainnya.

Tercatat dari total nilai kontrak baru sebesar Rp21,1 triliun, sebesar Rp11,9 triliun atau 54% berasal dari jasa konstruksi. Karena itu, lini bisnis EPC diharapkan memberikan kontribusi Rp2,7 triliun atau 12,2%, properti dan realti masing-masing sebesar Rp1,3 triliun dan Rp777,7 miliar atau setara 6,2% dan 3,5%.

Sedangkan untuk pendapatan usaha tahun ini, perseroan menargetkan sebesar Rp14,7 triliun, meningkat 50,6% dibandingkan perolehan tahun sebelumnya Rp9,8 triliun,”Saat ini, ADHI berada pada tahun turning point dengan beberapa rencana proyek andalan, meliputi tiga proyek monorel yang merupakan bagian dari sinergi BUMN dengan ADHI sebagai leader konsorsium pada masing-masing proyek monorel untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia,"ujarnya.

Sebelumnya, PT Adhi Karya Tbk (ADHI) melalui anak usahanya, PT Adhi Persada Gedung mengantongi kontrak baru sebesar Rp280,58 miliar. Anak usaha perseroan ini akan mengerjakan proyek Cengkareng Business Centre yang berada di wilayah Rawa Bokor, Cengkareng. Dalam kontrak yang disepakati, Adhi Persada Gedung akan mengerjakan proyek tersebut selama 18 bulan.

Melalui anak usaha lainnya yang fokus pada pengembangan bisnis properti, emiten konstruksi ini tercatat akan menggarap sejumlah proyek properti, khususnya dengan kerja sama antar-Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Di antaranya, proyek mixed use Grand Dhika Injoyo, Surabaya seluas 6 hektar yang akan digarap oleh PT Adhi Persada Properti (APP). Nilai proyek Grand Dhika Injoyo ini disebut sebut mencapai Rp 3,4 triliun.

Selain itu, juga Grand Dhika Daan Mogot, Jakarta, seluas 9 hektar. Rencananya, Adhi Persada Properti akan membangun 4 menara apartemen, 5 menara perkantoran, 1 menara hotel dan ruang ritel dengan total nilai Rp 5 triliun. Adapun proyek lainnya, yaitu Grand Dhika City Juanda, Surabaya seluas 5.500 meter persegi. Di proyek tersebut APP menjalin aliansi strategis dengan Angkasa Pura untuk pembangunan perkantoran, hotel dan ruang konvensi. (bani)

BERITA TERKAIT

Pendapatan BTEL Susut Jadi Rp 1,51 Miliar

Bisnis telekomunikasi milik PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) terus menyusut. Tengok saja, hingga periode 30 Juni 2017 meraih pendapatan sebesar…

Bangun Infrastruktur SID Butuh Rp650 miliar

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan biaya untuk investasi pembangunan infrastruktur Sistem Informasi Debitur atau…

Deltamas Bukukan Penjualan Rp 811 Miliar - Permintaan Lahan Meningkat

NERACA Jakarta – Perusahaan pengembang kawasan industri, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencatatkan penambahan marketing sales sepanjang sembilan bulan pertama…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

ADHI Baru Serap Obligasi Rp 966,73 Miliar

PT Adhi Karya Tbk (ADHI) baru menggunakan dana hasil penerbitan obligasi berkelanjutan II Tahap I Tahun 2017 sebesar Rp966,73 miliar…

Lagi, CIMB Terbitkan Obligasi Rp 2 Triliun

PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) akan melakukan penawaran obligasi berkelanjutan II tahap III tahun 2017 dengan jumlah pokok Rp2…

Tawarkan Hunian Terjangkau - APLN Rampungkan Tower Pertama PGV

NERACA Jakarta - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) melalui PT Graha Tunas Selaras merampungkan pembangunan tower pertama Podomoro Golf…