Keberadaan BPJS Tak Penggaruh Industri Asuransi

Sabtu, 15/02/2014

Pertumbuhan industri kesehatan diperkirakan mencapai 20% per tahun. Bahkan, keberadaan BPJS kesehatan tidak menjadi masalah untuk pertumbuhan industri asuransi di tahun 2014 ini.

NERACA

Total pengeluaran kesehatan masyarakat Indonesia sebesar Rp 300 triliun per tahun. Biaya tersebut meliputi pembayaran biaya rumah sakit, pembayaran obat dan juga untuk biaya kesehatan.

Nah, dari total Rp 300 triliun itu, baru sekitar 2,5% yang mendapat perlindungan atau ter-cover oleh asuransi. Sisanya, sebagian besar dalam bentuk langsung dari pengguna jasa kesehatan, tutur direktur utama bank mandiri, Budi Gunadi Sadikin di Jakarta.

"Kami memakai angka itu untukforecastke depan. Kami perkirakan bisa tumbuh sebesar 20% per tahun," jelas Budi.

Angka itu, lanjut Budi, seiring dengan pertumbuhan historis premi di pasar asuransi yang juga ditargetkan tumbuh sebesar 20%. Budi bilang, setelah akuisisi Inhealth ke tangan Bank Mandiri, bisnis perusahaan asuransi pelat merah itu akan tetap berfokus pada asuransi kesehatan dengan peningkatan beragam produk layanan asuransi.

"Itu memang lebih ke asuransi jiwa dan kerugian. Untuk asuransi kesehatan (Inhealth), lebih spesifik lagi. Istilahnyamanage care. Bisnisnya akan tetap di asuransi kesehatan, hanya produknya nanti bermacam-macam. Ragamnya kami perkaya," ucap Budi.

Sebelumnya, Bank Mandiri telah bersinergi dengan salah satu perusahaan asuransi yaitu AXA, dalam mengembangkan perusahaan asuransi AXA Mandiri Financial Services. Hingga September 2013, aset Axa Mandiri mencapai Rp 15,3 triliun dengan dengan annual FYP sebesar Rp 2,27 triliun.

"Melalui pengalaman melakukan sinergi tersebut, serta dukungan jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia yang terus meningkat, yaitu dari dari 74 juta penduduk di 2012 dan diperkirakan menjadi 141 juta penduduk kelas menengah di 2020, Inhealth akan memiliki outlook yang menjanjikan," ujar Budi.

Dengan melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata-rata mencapai 6% per tahun danhealthcare expenditureyang tumbuh rata-rata 20% per tahun dalam satu dekade terakhir, Bank Mandiri optimis dapat menjadikan Inhealth sebagai pemimpin pasar asuransi kesehatan di Indonesia. Per September 2013, Inhealth memiliki lebih dari 1 juta pemegang polis dengan premi bruto lebih dari Rp 1,1 trilliun.

"Pengalaman Bank Mandiri di sektor asuransi kesehatan dan asuransi jiwa selama ini juga menjadi nilai tambah, khususnya dalam mempercepat sinergi dengan Jasindo dan Kimia Farma, serta mendorong kolaborasi dengan unit bisnis terkait di kalangan Grup Mandiri. Sehingga proses transisi di dalam Inhealth bisa dilakukan dengan cepat," kata Budi.

Sementara itu, perusahaan asuransi mengaku tak khawatir bisnisnya terganggu karena berlakunya program jaminan kesehatan nasional (JKN) yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Pihaknya justru mensyukuri kehadiran JKN oleh BPJS Kesehatan tersebut. Junaidi, Wakil Presiden Direktur Pan Pacific Insurance bilang, perusahaannya tidak terganggu kehadiran JKN oleh BPJS Kesehatan. "Peserta JKN oleh BPJS Kesehatan itu sementara ini kebanyakan dari konsumen middle-low. Sementara kami bermain di pasar middle-up. Jadi saya kira masing-masing sudah ada pasarnya sendiri," ujar Junaidi.

Malahan pihaknya menyambut baik kehadiran program BPJS Kesehatan itu. Menurut Junaidi, secara spirit, program tersebut merupakan terobosan untuk meningkatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.

Selain itu, dengan terselenggaranya program tersebut secara psikologis mendorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan asuransi kesehatan. Otomatis, layanan JKN oleh BPJS kesehatan akan meramaikan pasar produk asuransi kesehatan nasional.