Penjualan Motor Sport Diprediksi Capai 20%

Pendapatan Masyarakat Meningkat

Sabtu, 15/02/2014

Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menargetkan penjualan sepeda motor tahun ini sama dengan 2013 atau sebanyak 7,7 juta unit.Namun penjualan motor sport dipercaya akan terus meningkat pada tahun 2014 ini.

NERACA

Tahun lalu pertumbuhan penjualan model sport ini tertinggi dibandingkan model lainnya.Menurut Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), penjualan sepeda motor sport sepanjang periode Januari hingga Desember tahun 2013 tercatat.mencapai 1.101.626 unit. Angka penjualan tersebut menjadikan motor sport tumbuh 44% dibandingkan tahun 2012 yang penjualannya mencapai 765.520 unit.

Kontribusi motor sport pada total penjualan nasional tahun lalu juga meningkat menjadi 14,2%. Sedangkan tahun 2012 pangsa pasar motor sport di angka 10,7% saja. Pertumbuhan pangsa pasar motor sport ini diprediksi akan terus berlanjut di tahun 2014 ini.

Menurut Executive Vice President Astra Honda Motor Johannes Loman, tahun ini motor sport diperkirakan bisa meraih pangsa pasar hingga 16%. Dengan kata lain, pertumbuhan motor sport sekitar 16-18%. “Walaupun pertumbuhan tidak sebesar tahun lalu, tapi segmen motor sport akan terus berkembang. Semakin banyak masyarakat yang menginginkan kendaraan yang tangguh untuk aktivitas sehari-hari,” katanya.

Pada pasar motor sport, segmen medium masih mendominasi total penjualan motor sport. Salah satu merek yang baru saja masuk ke segmen ini adalah New Honda MegaPro FI. Motor ini mengusung positioning motor sport 150 cc paling nyaman bergaya macho.

Konsep yang diusung adalah mass forward gravity yang menampilkan garis-garis tajam agresif. Perubahan ini memberi kesan gagah dan bertenaga. Harga yang ditawarkan oleh AHM untuk motor ini adalah Rp 20.450.000 on the road Jakarta. Tersedia dalam empat pilihan warna, yaitu Active white, Brave black, Renegade red, dan Brace blue. Targetnya, New Honda MegaPro FI bisa terjual 5 ribu unit per bulan.

Sedangkan industri sepeda motor telah menorehkan prestasi di tahun 2013 dengan mencatatkan total penjualan hingga 7.771.014 unit. Menurut Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), total penjualan tahun lalu tumbuh 8,81% dibandingkan dengan penjualan tahun 2012 yang mencapai 7.141.586 unit. Pencapaian tahun lalu pun mendorong optimisme dalam menyambut tahun ini yang diprediksi akan penuh tantangan.

Menurutnya pasar akan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti menguatnya nilai tukar mata uang asing, kenaikan suku bunga, dan barang-barang kebutuhan sehari-hari akibat kenaikan bahan bakar gas (LPG). Melihat beragam faktor itu, pertumbuhan di penjualan sepeda motor pada tahun ini diprediksi hanya berkisar 4%-5% saja.

Faktor Penjualan Meningkan

Sementara itu, PT Federal International Finance (FIFGroup) memperkirakan pasar sepeda motor segmen sport akan mengalami kenaikan pada 2014. Setidaknya, kenaikan tersebut bisa mencapai 20%. CEO FIFGroup, Suhartono menyatakan, ada tiga faktor yang mendorong kenaikan penjualan di segmen sport. “Pertama, itu karena income penduduk akan naik. Ini karena adanya kenaikan UMP,” katanya.

Faktor kedua, setiap agen tunggal pemegang merek (ATPM) sudah bersiap untuk meluncurkan beberapa produk di segmen ini. Honda dan Yamaha saja, kata dia, sudah menyatakan akan mengeluarkan setidaknya empat produk sport baru di tahun ini. Karenanya, dengan banyaknya pilihan produk, maka konsumen dipastikan akan tergerak untuk membeli.

Terakhir, lanjutnya, sekitar 60% usia produktif Indonesia berada di rentang 27-36 tahun. Ini merupakan usia yang menjadi pasar segmen sport.

FIFGroup, katanya, tidak melakukan perbedaan perlakuan untuk produk sepeda motor sport dan nonsport. Karenanya, perseroan akan tetap menggunakan strategi yang sama dengan segmen lainnya.

Saat ini, pembiayaan sepeda motor masih mendominasi bisnis FIFGroup sebesar 84%. Kemudian diikuti pembiayaan elektronik sebesar 16 persen.

Tahun depan, komposisi itu diharapkan akan berubah menjadi elektronik menjadi 22 persen dan sisanya untuk sepeda motor. Perseroan juga mulai memperhitungkan segmen mobil yang diharapkan dapat berkontribusi sebesar lima persen mulai pertengahan tahun depan.