ARTE Indonesia Art Festival 2014

Berupaya mengulang kesuksesan di tahun lalu, di 2014 ini ARTE Indonesia Art Festival 2014 kembali hadir dan berlangsung di Assembly Hall, JCC, dari 14 hingga 16 Maret 2014. Acara selama tiga hari tersebut menyajikan beragam kesenian mulai dari seni visual, kuliner, film, musik, hingga pasar seni.

Acara seni tahunan yang diadakan sejak 2013 ini diharapkan dapat berkontribusi dalam memberi dukungan bagi lahirnya kolaborasi dan pergerakan seni yang menjadi kebanggaan Indonesia.ARTE Indonesia Art Festival tahun ini mengambil tema, “Regeneration”. Pameran menelusuri berbagai perspektif yang mengungkapkan realitas terkini dari apa yang sedang terjadi dalam konteks perubahan dan perpindahan generasi. Festival seni ini tidak hanya mempromosikan seniman muda saja tetapi juga menjadi wadah bagi semua seniman di banyak kota di Indonesia.

ARTE Indonesia Art Festival diharapkan dapat memacu kreaktivitas kalangan pecinta seni dan diapresiasi masyarakat. Secara khusus ARTE Indonesia Art Festival bertujuan untuk mendekatkan seni ke masyarakat juga membentuk kesempatan lebih luas bagi seniman untuk berekspresi dan berinteraksi dengan pencinta seni. Ke depannya diharapkan acara ini dapat meningkatkan gairah entrepreneurship dalam dunia seni di Indonesia sehingga kehidupan berkesenian di Indonesia dapat terus hidup berkembang.

Bagi kita yang ingin menyaksikan seni film dalam acara ini, akan ada film menarik yang meski jauh dari film komersil namun sangat layak untuk disaksikan. Tiga film berasal dari Korea yang bercerita tentang Perang Dunia II dan diputar lewat gambar hitam dan putih, kemudian film “Something on The Way” garapan sutradara Teddy Soeriatmadja dari Indonesia.

Satu film lainnya berjudul “The East Most” dari Thailand yang pernah ikut serta di ajang Busan Film Festival. Selain itu, ada juga film dokumenter dari Kamboja berjudul “The Missing Pictures” yang disiapkan ikut Oscar serta film animasi dari Jepang disertai workshop kecil film animasi.

BERITA TERKAIT

CISFED: Demokrasi Aksesoris Ancaman Bagi Indonesia

CISFED: Demokrasi Aksesoris Ancaman Bagi Indonesia NERACA Jakarta - Secara umum praktik demokrasi yang berjalan saat ini sekadar demokrasi aksesoris…

Indonesia Dinilai Tak Alami Bubble Sektor Properti

      NERACA   Jakarta - CEO dan pendiri perusahaan pengembang Crown Group, Iwan Sunito, mengatakan, Indonesia tidak mengalami…

Perpres No 191/2014 Tentang BBM Minta Direvisi

  NERACA Jakarta - Pengamat Energi yang juga Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria mendesak Perpres No. 191/2014 tentang Penyedian, Pendistribusian dan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Galeri Nasional Pamerkan Karya Seni Rupa Pascareformasi

Galeri Nasional Indonesia bekerjasama dengan Japan Foundation Asia Center menyelenggarakan pameran "Resipro(vo)kasi: Praktik Seni Rupa Terlibat di Indonesia Pascareformasi" pada…

Prosesi Sedekah Laut di Cilacap dihadiri Ribuan Orang

Ribuan orang dari berbagai wilayah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, menyaksikan prosesi sedekah laut yang merupakan tradisi budaya nelayan setempat…

Jogja Street SculptureProject 2017 Hadirkan 54 Karya Patung

Jogja Street Sculpture Project (JSSP) 2017 akan digelar di Kawasan Kotabaru, Yogyakarta, dengan menghadirkan sebanyak 54 karya patung dari 50…