Berburu Cinderamata Desa Kete Kesu

Berjalan-jalan mengunjungi Kete Kesu jangan lupa perut kita sudah terisi dengan baik. Selain agar kita kuat berjalan mengunjungi berbagai tempat yang ada didesa ini, hal ini juga karena terkadang tempat wisata yang masih pedesaan memang sangat susah untuk mencari jajanan. Pastikan kita membekali diri dengan makanan dan minuman yang cukup saat mengunjungi Kete Kesu sebab tidak ada restoran di sana. Restoran atau rumah makan berikut toko-toko kecil dapat kita temukan dengan mudah di Rantepao.

Bagi kita yang beragama Islam tidak perlu khawatir dengan makanannya. Terdapat beberapa restauran yang menjamin bahwa sajiannya halal. Temukan di Jalan Ahmad Yani, yaitu jalan utama di Rantepao. Pada jalan ini pula berjejer beberapa restauran yang menawarkan berbagai makanan khas masyarakat sekitar ataupun makanan juga kerajinan tradisional khas masyarakat Sulawesi Selatan.

Kete Kesu terkenal sebagai daerah penghasil kerajinan pahat, ukir, dan lukis. Kemampuan memahat dan mengukir tersebut sepertinya diajarkan secara turun-temurun. Salin itu, budaya Toraja memang membutuhkan kemampuan tersebut untuk membuat patung orang yang sudah meninggal (tau-tau) atau untuk menghias peti mati, rumah adat, dan barang-barang kerajian tradisional lainnya.

Di sekitar tongkonan, kita dapat dengan mudah menemukan toko-toko yang menjual aneka macam produk kerajinan tangan. Bahkan kita dapat secara langsung menyaksikan proses kreatif para pemahat yang memang melakukan kegiatannya di toko-toko tersebut.

Beberapa cinderamata atau suvenir yang dijual di toko-toko kecil berupa tatakan gelas, nampan, gelang dan kalung cantik, patung, hiasan dinding, dan lukisan. Hampir semua benda kerajinan tersebut bermotif hiasan hasil lukisan atau ukiran khas masyarakat Kete Kesu sendiri. Kisaran harganya pun cukup terjangkau, mulai dari Rp1.000 untuk tatakan gelas, Rp20.000 hingga Rp25.000, untuk nampan, hingga jutaan rupiah untuk lukisan yang diukir dan kain tenun asli berusia tua.

Masyarakat Kete Kesu menjual suvenir kerajinan tangan sebagai salah satu cara untuk mendapatkan penghasilan tambahan, sebab sebagai masyarakat agraris, sumber penghasilan utama mereka adalah tetap dari sektor pertanian.

BERITA TERKAIT

BEI Gagas Desa Nabung Saham di Lampung

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung menggagas Desa Nabung Saham untuk mendorong agar masyarakat memiliki penghasilan tambahan.”Sudah ada satu…

BEI Denpasar Bidik Masyarakat Desa

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Denpasar, Bali gencar menyasar masyarakat perdesaan untuk mengenalkan dan mengedukasi pasar modal agar literasi…

Pengawasan Terhadap Penggunaan Dana Desa Perlu Ditingkatkan

Pengawasan Terhadap Penggunaan Dana Desa Perlu Ditingkatkan NERACA Jakarta - Pengawasan terhadap penggunaan dana desa yang telah dikucurkan selama beberapa…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Menpar Tantang Sumatera Barat Tiru Kesuksesan Mandalika

Dalam rangka undangan untuk menghadiri puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat, Presiden Joko Widodo bersama…

Kemenpar Incar Lima Negara Penghasil Turis dan Devisa

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan China, Eropa, Australia, Singapura, dan India sebagai Top Five Pasar Utama Wisatawan Mancanegara (wisman) 2018. Penetapan…

Merindukan Kemacetan di Kawasan Puncak

Hujan lebat mengawali Sabtu (11/2) pagi di kawasan Puncak Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Usai hujan reda, matahari mulai menampakkan…