Econit Jerman Lirik Batik Cirebon

NERACA

Cirebon – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Cirebon, bekerja sama dengan Econit (Kadinnya Negara Jerman), melakukan kerja sama dibidang bina komoditi produk. Salah satunya adalah produk batik di kabupaten Cirebon. Bina komoditi produk ini bertujuan untuk membuat produksi barang secara baik dan benar.

“Disamping itu, Enconit ini juga melakukan pembinaan, tentang bagaimana menggunakan pewarna batik dari bahan alami supaya menghasilkanproduk batik yang bersih (Clean produk),” demikian dikatakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kab. Cirebon, Haki kepada Neraca, Rabu (27/7).

Haki mengatakan, pihak Enconit Jerman melakukan pembinaan sampai sekitar bulan November depan. Mereka melakukan pembinaan kepada para pengrajin batik, tentang penggunaan pewarna batik, dengan menggunakan pewarna alami. Disamping itu, mereka juga diajari, bagaimana memecahkan solusi tentang limbah batik yang selama ini dihasilkan para pengrajin.

“Sudah hampir tiga bulan Econit berada di Kab. Cirebon. Memang mereka memberikan solusi bagaimana caranya menggunakan pewarna batik, yang menggunakan bahan alami. Bagaimanapun, pewarna alami lebih aman, dan limbahnya bisa kita urai lagi. Jadi permasalah tidak menumpuk seperti saat mereka menggunakan pewarna kimia,” kata Haki.

Hal senada dikatakan Ketua KADIN Kab. Cirebon, Oman Syahroman. Menurutnya, bentuk kerja sama tersebut murni keinginan kedua Negara yaitu Indonesia dan Jerman, yang difasilitasi oleh KADIN kedua negara. Ada pembinaan dari Econit, mulai dari bagaimana memasarkan batik, hingga penggunaan bawan pewarna sintetis, yang beralih kepada pewarna alami.

“Memang ini murni kerja sama KADIN Jerman dan Indonesia. Mereka tertarik dengan produksi batik yang ada di Indonesia, khususnya Kab. Cirebon. Mereka memberikan pembinaan, tidak hanya bagaimana penggunaan batik sampai masalah limbah, tapi bagaimana cara market yang baik,” kata Oman.

Oman mengatakan, Econit sangat respon dengan produksi batik yang dihasilkan para pengrajin asal Cirebon. Disamping kualiatsnya bagus, harganyapun bisa bersaing dengan produk batik yang ada di Indonesia. Hal tersebut merupakan langkah awal, agar usaha batik yang ada di Kab. Cirebon bisa menjadi Pilot Project sentra batik di Jabar.

Sementara itu, Kabid Industri Disperindag setempat, Supardi menilai, adanya kerja sama tersebut merupakan langkah baik, untuk memajukan produksi batik di Kab.Cirebon. Adanya langkah penggunaan pewarna alami, bisa sedikit memecahkan persoalan limbah, dari produksi batik. Selama ini, pewarna batik yang dipakai pengrajin, masih menggunakan pewarnan sintetis.

BERITA TERKAIT

BI Cirebon Segel 57 KUPVA BB Ilegal

BI Cirebon Segel 57 KUPVA BB Ilegal NERACA Bandung - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Cirebon, Jawa Barat, menyegel 57…

Batik Kuningan Harus Go International

Batik Kuningan Harus Go International NERACA Kuningan – Batik Kuningan, batik yang masih tersembunyi, padahal batik Kuningan yang cukup indah…

DESTINASI WISATA BATIK JAKARTA BARAT

Pengunjung belajar membatik di Sentra Batik Gobang, Srengseng, Jakarta, Rabu (8/11). Menurut Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Barat, Sentra Batik…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

KABUPATEN TANGERANG - PDAM Targetkan Januari 2018 Pelayanan Pesisir Beroperasi

KABUPATEN TANGERANG PDAM Targetkan Januari 2018 Pelayanan Pesisir Beroperasi NERACA Tangerang - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja…

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi - Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor

Presiden Jokowi Direncanakan Kembali Kunjungi Sukabumi Resmikan Groundbreaking Jalur Ganda KA Sukabumi-Bogor NERACA Sukabumi - Presiden Joko Widodo dikabarkan akan…

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017

Jabar Terus Lakukan Akselerasi Penyerapan ABPD 2017 NERACA Bandung - Sekda Provinsi Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa mengatakan menjelang akhir…