Inflasi Penyebab Biaya Pensiun Tinggi - Survei MISI

NERACA

Jakarta - Survei Manulife Investor Sentiment Index (MISI) mengemukakan bahwa inflasi dan melemahnya nilai tukar rupiah merupakan penyebab biaya masa pensiun tinggi. "Inflasi dan nilai suku bunga yang tinggi, serta depresiasi rupiah telah mempengaruhi estimasi investor di Indonesia terhadap kemungkinan pengeluaran masa pensiun diperkirakan mencapai 61% dari pendapatan saat ini," ujar Chief of Employee Benefits PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, Nur Hasan Kurniawan, di Jakarta, Selasa (11/2).

Dia mengemukakan bahwa hasil survei Manulife Investor Sentiment Index itu menunjukan bahwa masa pensiun akan membutuhkan biaya yang lebih besar daripada yang diperkirakan sebelumnya dan harus menanggung sendiri pengeluaran tambahan biaya.

"Mereka yang telah memiliki rencana pensiun masih menyepelekan kebutuhan masa depan. Namun demikian, orang Indonesia menyadari bahwa mereka harus mengatasi kekurangan ini, itu merupakan petanda baik," paparnya. Menurut dia, masyarakat Indonesia perlu mempertimbangkan investasi yang memberikan pendapatan tetap sehingga menghasilkan pengembalian aman, andal, dan stabil.

Sementara Director of Bussiness Development PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, Putut Andanawarih menambahkan, dari survei MISI, diketahui bahwa dana tunai lebih disukai masyarakat. "Sebenarnya investor perlu mengubah pola pikir itu jika tabungan mereka bisa menjadi sumber pemasukan bagi mereka di masa pensiun," ujarnya.

Putut mengatakan bahwa tingginya angka inflasi di Indonesia, dalam jangka panjang dana tunai yang disimpan di dalam tabungan nilainya akan semakin menurun. "Dengan inflasi sebesar delapan persen, setiap Rp1 juta uang tunai yang dipegang, daya beli akan berkurang Rp7.000 setiap bulannya," paparnya. Jadi, menurut dia, masyarakat Indonesia harus mulai mempertimbangkan untuk mengurangi simpanan dana tunai dan melakukan investasi secara lebih efektif pada berbagai jenis pilihan yang tersedia. [ardi]

BERITA TERKAIT

Tiga Tahun Jokowi Diklaim Berhasil Turunkan Inflasi

      NERACA   Padang - Pejabat Kantor Staf Presiden (KSP) memaparkan dalam tiga tahun perjalanan pemerintahan Presiden Jokowi…

BEI Sayangkan Masih Listing di Negara Lain - Miliki Return Investasi Tinggi

NERACA Jakarta – Melesatnya pertumbuhan industri pasar modal menjadi ketertarikan investor asing menanamkan modalnya tanah air, namun ironisnya masih ada…

Saluran Air Kotor Penyebab Banjir

Keadaan saluran air kotor yang berada di lokasi Jalan Madya Kebantenan Semper Cakung Cilincing Jakarta Utara (arah TPU Semper Budi…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Pulihkan Penyaluran Kredit, BI Andalkan Makroprudensial

      NERACA   Jakarta - Pelonggaran kebijakan makroprudensial pada 2018 menjadi tumpuan untuk memulihkan penyaluran kredit perbankan yang…

Luncurkan G-Pro, Asuransi Generali Gaet BTN

      NERACA   Jakarta - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)…

BNI Siapkan Corporate Card untuk Kemenkeu

      NERACA   Jakarta - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menyiapkan BNI Corporate Card yang…