Danai Capex, Garuda Pilih Righst Issue - Bidik Dana Rp 1 Triliun

NERACA

Jakarta -PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) bisa meraup dana sekitar Rp 1 triliun melalui penerbitan saham baru alias rights issue. Maskapai pelat merah itu akan menerbitkan saham baru sekitar 10% dari total model disetor,”Setidaknya kalau rights issue mulus, ada dana triliunan rupiah karena saham yang dilepas sekitar 10%," kata Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar di Jakarta, kemarin.

Saat ini total saham Garuda sekitar 22.640.996.000 lembar, itu berarti 10%-nya setara 2.264.099.600 lembar. Jika memakai acuan harga pada penutupan perdagangan kemarin, yaitu sebesar Rp 483 per lembar, maka kira-kira Garuda bisa meraup dana sebanyak Rp 1,09 triliun.

Prediksi itu masih bisa berubah karena Garuda belum menetapkan harga saham barunya itu karena masih harus melihat histori sahamnya terlebih dahulu. Namun biasanya harga saham baru lebih rendah dari harga pasar, kecuali penjualan dilakukan melalui private placement atas persetujuan tertentu. Tercatat total saham Garuda yang beredar di masyarakat sekitar 4,5 miliar lembar yang dilepas saat penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO) pada 11 Februari 2011.

Sepanjang tahun 2012, perseroan mencatatkan adanya penurunan laba bersih 2013 sebesar 89,9% menjadi US$ 11,20 juta dari sebelumnya US$ 110,84 juta di 2012. Penurunan laba bersih ini didorong oleh meningkatnya beban usaha yang pada akhirnya juga ikut menggerus laba usaha pada tahun kalender 2013 sebesar 66,41% menjadi US$ 56,45 juta dari sebelumnya US$ 168,07 juta di 2012.

Sementara, pendapatan usaha perseroan pada 2013 tumbuh tipis menjadi US$ 3,72 miliar dibanding pendapatan usaha tahun 2012 senilai US$3,47 miliar. Dijelaskan, beban usaha dan beban pendapatan lainnya yang ikut meningkat menyebabkan laba usaha mengalami penurunan.

Dalam laporan kinerja keuangannya disebutkan, beban usaha Garuda sepanjang 2013 meningkat menjadi US$ 3,71 miliar dari sebelumnya US$ 3,29 miliar di 2012. Sedangkan dalam beban pendapatan usaha, perseroan mencatat adanya kenaikan pada rugi selisih kurs menjadi US$ 47,93 juta dan rugi lain-lain sebesar US$ 2,19 juta.

Adapun liabilitas perseroan di akhir tahun 2013 tercatat sebesar US$ 852,75 juta, naik dari sebelumnya US$ 648,83 juta di akhir tahun 2012. Sedangkan ekuitas naik menjadi US$ 1,12 miliar dari sebelumnya US$ 2,52 miliar di 2012. Dari sisi aset, Garuda mencatat adanya pertumbuhan dari US$ 2,52 miliar di akhir 2012 menjadi US$ 2,95 miliar pada akhir 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

Pemda Jateng Terbitkan Obligasi Rp 1,2 Triliun

NERACA Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, pemerintah daerah Jawa Tengah (Jateng) berencana menerbitkan obligasi daerah senilai Rp 1,2…

OJK Targetkan Capai Rp 250 Triliun di 2018 - Pendanaan di Pasar Modal

NERACA Jakarta – Geliat transaksi saham di pasar modal seiring dengan pesatnya pertumbuhan investor dan jumlah emiten, menjadi keyakinan Otoritas…

BMN Raih Pinjaman Rp 1,54 Triliun - Danai Proyek Jalan Tol Layang

NERACA Jakarta  –Danai pembangunan ruas jalan tol, PT Bosowa Marga Nusantara (BMN), anak usaha dari PT Marga Utama Nusantara (MUN)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hasnur Group Bina Juara Dunia Karate

NERACA Jakarta - Keinginan Fauzan, karateka asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang belum lama ini berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Karate Tradisional…

BNI Terbitkan MTN Subordinasi Rp 100 Miliar

NERACA Jakarta - Perkuat likuiditas dalam rangka rangka mendanai ekspansi bisnis, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada tanggal 10…

ADHI Kantungi Kontrak Baru Rp 7,45 Triliun

NERACA Jakarta — Sampai dengan Juli 2018, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mengantongi kontrak baru Rp7,45 triliun dengan kontribusi…