Pengaruh Bursa Asia, IHSG Bergerak Sideway

NERACA

Jakarta – Meski berjalan sideway, IHSG mampu keluar dari perkiraan pelemahan sepanjang sesi setelah terimbas positifnya laju bursa saham Asia yang terpengaruh dari masih hijaunya laju bursa saham AS seiring masih adanya rilis beberapa kinerja dan berita dari para emiten.

Di sisi lain, menguatnya sejumlah harga komoditas global dan rilis penilaian positif JP Morgan terhadap emiten perbankan dan pasar saham China memberi imbas positif pada laju bursa saham Asia dan IHSG pun memanfaatkannya dengan berbalik menghijau dari perdagangan sebelumnya,”Saham-saham komoditas dan keuangan pun berterbangan meski dibatasi oleh pelemahan pada sektor perdagangan, konsumer, dan infrastruktur”, kata Kepala riset Trust Securities Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (11/2).

Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4475,15 (level tertingginya) di pertengahan sesi 1 dan menyentuh level 4452,34 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4470,19. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.

Di sisi lain, berita positif di industri pertambangan terkait penemuan cadangan gas alam yang cukup besar juga turut memberikan sentimen positif yang dibarengi dengan masih menguatnya harga kontrak emas global.“Selain dari imbas hijaunya laju bursa saham Asia, tampaknya pelaku pasar telah membiasakan diri dengan pidato tersebut”, ujarnya.

Pada perdagangan Rabu (12/2) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4450-4460 dan resistance 4480-4495. Berpola menyerupai bullish harami dekati upper bollinger bands (UBB). MACD naik terbatas dengan histogram positif yang sedikit memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba untuk kembali upreversal.“IHSG hampir mendekati kisaran target resisten (4478-4521) sehingga kembali memunculkan aura positif. Diharapkan laju bursa saham global masih dapat memberikan sentimen positif sehingga IHSG pun diharapkan dapat bertahan di zona hijaunya”, katanya.

Saham yang bisa dijadikan pertimbangan adalah BBCA, MNCN, AALI, TAXI, BSDE, CTRS, WSKT, SMCB, dan AKRA. Sementara, Equity Analyst PT Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja menyebutkan, pada perdagangan Rabu (12/2), IHSG diperkirakan akan bergerak di level 4510-4430. “Perdagangan pada hari Rabu akan dipengaruhi oleh pidato Janet Yellen, selaku penerus The Fed Chairman mengenai kebijakan moneter AS”, ujarnya.

Dia menambahkan, paginya juga akan dirilis data Januari neraca perdagangan China yang diperkirakan turun ke level US$17,2 miliar dari sebelumnya US$25,6 miliar. Selain itu, dirilisnya data Inflasi India pada bulan Januari diperkirakan turun 0,99% ke level 8.14% juga turut memberikan sentimen tambahan terhadap pasar dalam negeri. Saham-saham yang dapat diperhatikan adalahPNLF, JSMR, BSDE, BEST.(nurul)

BERITA TERKAIT

IHSG Selama Sepekan Menguat 1,32%

NERACA Jakarta – Selama sepekan kemarin atau di sepanjang priode 4 hingga 8 Desember 2017, indeks harga saham gabungan (IHSG)…

Lagi, IHSG Cetak Rekor Baru di Level 6.070

NERACA Jakarta – Menjelang akhir perdagangan saham akhir tahun, tren penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus merangkak naik hingga…

Profit Taking Tekan Laju IHSG di Awal Pekan

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (27/11) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Edukasi Literasi Keuangan - Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Bukalapak Sabet Tiga Piala Citra Pariwara

Bukalapak, pasar online terbesar di Indonesia berhasil memenangkan penghargaan Citra Pariwara 2017, salah satu penghargaan bergengsi bagi insan kreatif dan…

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…