Jelang Pemilu, Reksa Dana Saham Masih Oke

Momentum pemilu banyak disikapi pelaku pasar dengan sikap kekhawatiran, sehingga lebih bersikap wait and see sambil menunggu pemerintahan baru. Kondisi inipun diakui, Senior Economist and Goverment Relations Head Standard Chartered Bank Indonesia Fauzi Ichsan menilai, iklim investasi di pemilu 2014 akan sedikit tertahan selama pelaksanaan pemilu,”Iklim investasi akan kembali bergerak pada Oktober 2014, bila ada pemimpin yang baru,”ujarnya di Jakarta, Selasa (11/2).

Namun hal ini berbeda dengan investasi di reksa dana saham yang justru sebaliknya masih menjadi daya tarik investor, meskipun memasuki tahun politik dengan adanya pemilihan umum (pemilu). Jika tahun lalu pertumbuhan reksa dana saham tergerus, maka pada 2014 pertumbuhannya bisa mencapai 10-15%,”Jika tahun lalu reksa dana saham minus 3-5% dari indeks, maka pada tahun ini kita prediksi yieldnya bisa mencapai 10-15% di atas indeks, jika melihat faktor pergantian kepemimpinan,”kata Head of Product Investment and Treasury Wealth Management, Consumer Banking Standard Chatered, Bobby Kusnandar.

Menurut Bobby, faktor pergantian kepemimpinan akan menaikan kepercayaan pasar terhadap pasar modal Indonesia. Dia melanjutkan, kepercayaan investor ditopang dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,8% pada 2013. Kenaikan konsumsi domestik dengan menaiknya pendapatan per kapita juga menjadi senjata bagi menaiknya pertumbuhan ekonomi Indonesia,”Dengan hasil ini diperkirakan investasi di sektor reksa dana saham akan semakin menarik. Investasi di reksa dana saham akan lebih menarik ketimbang investasi di reksa dana tetap atau reksa dana campuran. Reksa dana tetap bisa tumbuh 3-5% sedangkan campuran 7-10%, untuk investasi jangka panjang saham menjadi pilihan menarik,”ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya menyakini, investasi yang tepat untuk jangka panjang yakni investasi reksa dana saham. Alasannya, investasi reksa dana saham memiliki return paling bagus untuk melibas angka inflasi yang semakin tinggi dan tingkat return investasi ini jauh lebih tinggi dibanding bunga deposito,”Diperkirakan tahun ini, return reksa dana saham bisa mencapai angka sekira 15-20% per tahun. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding bunga deposito yang berkisar di angka 7% per tahun,”ujarnya.

BERITA TERKAIT

Dyandra Targetkan Laba Rp 43 Miliar di 2018 - Masih Mengandalkan Bisnis Organizer

NERACA Jakarta – Selalu mematok pertumbuhan bisnis lebih agresif lagi dari tahun ke tahun, terus konsisten dilakukan PT Dyandra Media…

LPKR Bidik Dana Rights Issue Rp 600 Miliar

Butuh modal untuk mendanai ekspansi bisnis di 2018, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berencana menerbitkan saham baru (rights issue) pada…

Island Concept Bidik Dana Rp 50 Miliar - Gelar Rights Issue

NERACA Jakarta – Perkuat modal guna mendanai ekspansi bisnis di tahun depan, PT Island Concept Indonesia Tbk (ICON) berencana melakukan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Edukasi Literasi Keuangan - Asuransi Simas Sambangi Siswa Bukittinggi

NERACA Jakarta - Asuransi Sinar Mas (Simas) melanjutkan literasi keuangan untuk mendukung kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam rangka meningkatkan…

Bukalapak Sabet Tiga Piala Citra Pariwara

Bukalapak, pasar online terbesar di Indonesia berhasil memenangkan penghargaan Citra Pariwara 2017, salah satu penghargaan bergengsi bagi insan kreatif dan…

MNC Investama Bayar Utang US$ 215 Juta

Pangkas beban utang, PT MNC Investama Tbk (BHIT) berencana melunasi pinjaman berdenominasi dollar AS yang segera jatuh tempo. Perusahaan tercatat…