Saham Perbankan Sepekan Masih Menguat 2,5%

Rabu, 12/02/2014

NERACA

Jakarta – Kinerja keuangan positif emiten perbankan mendorong ketertarikan pelaku pasar unutk mengoleksinya. Diprediksi saham sektor perbankan masih akan menguat 1-2,5% selama sepekan ini. Analis PT Danareksa Sekuritas Lucky Bayu Purnomo mengakui, sektor perbankan masih dalam tren positif dan menguat setelah adanya laporan keuangan tahunan yang dikeluarkan. Hal ini membuat pelaku pasar menyimpulkan bahwa sektor perbankan masih akan memberi imbal positif dibandingkan sektor lainnya.”Saham-saham seperti Bank BCA, bank BTN, dan Bank Mandiri merupakan tiga saham yang harga sahamnya berada di atas harga wajar, yang artinya sangat diminati”, ujarnya kepada Neraca, Selasa (11/2).

Dia melanjutkan, adanya agenda perekonomian yang akan diumumkan oleh AS membuat pergerakan pasar cukup menarik. Menurut dia, Janet Yellen yang akan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi AS merupakan pemimpin wanita pertama yang diprediksi akan membawa angin segar bagi pasar.

Berhasilnya emiten perbankan membukukan kinerja yang cukup baik di tahun 2013, membuat sahamnya menjadi incaran para investor. Selain kinerjanya, meningkatnya permintaan saham perbankan dari pelaku pasar lantaran terkendalinya tingkat inflasi, dan kemungkinan BI mempertahankan BI rate di tingkat 7,5%.

Hal ini terlihat pada perdagangan Selasa (11/2), saham-saham perbankan menjadi buruan para investor. Salah satunya adalah saham Bank Mandiri (BMRI) yang hingga perdagangan siang (11/2) saham BUMN ini menguat 2% ke level Rp8.925 per saham. Seperti diketahui, tahun lalu Mandiri berhasil membukukan laba bersih Rp 18,4 triliun ataun naik 17,4%.

Saham BCA (BBCA) adalah emiten berikutnya yang jadi buruan para investor. Meskipun belum menerbitkan laporan keuangannya, namun kinerja bank milik Grup Djarum ini diyakini tak kalah dari Mandiri maupun BRI (BBRI). Hari ini BBCA mencatat kenaikan 2,49% ke level Rp 10.300. Saham BBCA masih berpotensi menguat hingga terbitnya laporan keuangan 2013.

Para invetor juga tampaknya mulai mengoleksi saham bank-bank yang tidak lama lagi akan menerbitkan laporan keuangannya. Paling tidak, hal itu terlihat dari menguatnya sejumlah harga saham bank. Sebut saja saham BNI (0,35%), Bank Permata (1,63%), dan Bank Danamon (0,22%). Menariknya, kenaikan juga dialami oleh saham-saham bank papan tengah seperti Bank ICB Bumi Putera (0,74%) dan Bank Capital Indonesia (1,23%).

Sementara itu, terkait pernyataan mengambang Direktur Utama BTN Maryono yang menyatakan aksi akuisisi Bank Mandiri atau Bank BRI terhadap BTN, menurut Lucky menjadi semakin membuat saham ketiga bank ini menarik.“Karena meski sempat turun harga sahamnya, ketiganya masih positif. Nantinya kalaupun terealisasi baik bank yang mengakuisisi ataupun yang diakuisisi akan memperoleh sentimen positif dari pasar”, katanya.

Hal ini didorong oleh apresiasi yang didapt oleh BTN karena diakuisisi bank besar. Sementara bank besarnya baik Mandiri ataupun BRI akan dilihat pelaku pasar memiliki kinerja yang positif dengan mengakuisisi bank BTN.(nurul)