Bangun Dua Perusahaan, Arita Prima Setor Modal Rp 12 Miliar - Garap Bisnis Pupuk

NERACA

Jakarta- PT Arita Prima Indonesia Tbk (APII) mendirikan dua perusahaan baru, PT Arita Biotech Internastional dan PT EPC Technology System. Total modal dasar yang dikeluarkan untuk pendirian perusahaan baru ini mencapai Rp12 miliar.

Sekretaris Perusahaan PT Arita Prima Indonesia Tbk, Foor Good Pandapotan mengatakan, pendirian PT Arita Biotech Internastional dengan tujuan untuk menjalankan bisnis di bidang perdagangan besar dan impor seperti pupuk serta produk agro kimia (kimia pertanian). Modal dasar untuk pembentukan perusahaan ini sebesar Rp6 miliar, dengan modal ditempatkan dan disetor masing-masing sebesar Rp3 miliar."Arita Prima Indonesia memiliki 99 lembar saham atau senilai Rp2,97 miliar dan sisanya satu lembar atau senilai Rp30 juta dimiliki Low Yew Lean," jelasnya dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (11/2).

Adapun PT EPC Technology System, menurut dia, bergerak di bidang jasa pelaksana kontruksi. Perusahaan ini didirikan dengan modal sebesar Rp6 miliar, dengan modal ditempatkan dan disetor masing-masing sebesar Rp3 miliar. Sementara untuk komposisi kepemilikan saham, perseroan memiliki sebanyak 2.010 lembar saham atau senilai Rp2,01 miliar, sedang 990 lembar saham atau senilai Rp990 juta dimiliki PT Arita Indonesia.

Sebagai informasi, dalam pengembangan bisnisnya, perseroan berencana membangun 20 pabrik logam dengan nilai investasi Rp30 miliar per pabrik. Dirut PT Arita Prima Indonesia Tbk, Low Ye Lean pernah bilang, pembangunan pabrik akan di atas tanah seluas 20 hektar dan berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat. Rencananya, satu pabrik memiliki luas satu hektar,”Dananya Rp30 miliar untuk satu pabrik dan akan dibangun mulai akhir tahun depan, diharapkan selesai lima sampai 6 tahun mendatang," kata Low.

Menurut Low, proses pembangunan pabrik hingga saat ini masih dalam pembebasan lahan dan diharapkan tahun depan perizinan semuanya bisa selesai awal tahun. Dengan pembangunan pabrik-pabrik tersebut diharapkan akan mampu memproduksi barang-barang buatannya hingga 8-10 kontainer per bulan.

Sementara itu, hingga September 2013, penjualan bersih perseroan tercatat sebesar Rp134,76 miliar, naik 19,38% dibanding penjualan bersih perseroan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp112,88 miliar. Dari total penjualan tersebut, perseroan mampu mendongkrak laba komprehensif periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk naik sebesar 67,18% menjadi Rp19,25 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,52 miliar.

Beban pokok penjualan yang dicatatkan perseroan per akhir September 2013 mengalami kenaikan sebesar 3,38% menjadi Rp60,78 miliar. Alhasil, laba kotor perseroan menjadi Rp73,97 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp54,09 miliar. Untuk laba usaha perseroan per akhir akhir September 2013 naik menjadi 33,68 miliar dari sebelumnya Rp26,12 miliar, dan laba sebelum pajak menjadi Rp25,59 miliar dari sebelumnya Rp18,74 miliar. Liabilitas perseroan pada periode ini tercatat sebesar Rp138,88 miliar, dibanding posisi akhir Desember 2012 yang hanya mencapai Rp107,38 miliar. Adapun ekuitas perseroan juga mengalami peningkatan menjadi Rp116,75 miliar dari posisi Desember 2012 sebesar Rp77,10 miliar. (lia)

BERITA TERKAIT

BRMS Kantungi Dana Segar US$ 198 Juta - Divestasi PT Dairi Prima Mineral

NERACA Jakarta – Sukses melepas saham di PT Dairi Prima Mineral (DPM), PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengantungi dana…

Lagi, META Bakal Bangun PLTBm di Kalbar

NERACA Jakarta – Setelah sukses mengakuisisi 80% saham Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) di Kabupaten Menpawah, Kalimantan Barat senilai Rp…

Rights Issue Perkuat Struktur Modal FREN

Danai pelunasan utang dan juga belanja modal, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) berencana untuk meningkatkan modal dasar melalui mekanisme penerbitan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Buana Lintas Lautan Tumbuh 48.5%

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) berhasil memperoleh laba bersih US$7,44 juta untuk periode Juni 2018, meningkat 48.5% dari periode…

Investor Summit 2018 Berlanjut di Balikpapan

Rangkaian investor summit 2018 berlanjut di kota Balikpapan sebagai kota tujuan ketujuh dengan menghadirkan empat perusahaan tercatat yang menggelar paparan…

Saham DIGI Masuk Dalam Pengawasan BEI

Jakarta - Mengalami kenaikan harga saham di luar kebiasaan atau biasa disebut unusual market activity (UMA), perdagangan saham PT Arkadia…