Tingkatkan Ekspor, Kalbe Luncurkan 15 Produk Baru

Bidik Penjualan Tumbuh 15%

Rabu, 12/02/2014

NERACA

Jakarta –Guna meningkatkan penjualan ekspor, tahun ini PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) akan mengenjot penjualan ke Filipina, Myanmar dan Vietnam. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kontribusi ekspor menjadi 10% di masa mendatang, “Tahun ini, kontribusi penjualan ekspor di targetkan sebesar 5%,”kata

Sekretaris Perusahaan Kalbe Farma Vidjongtius di Jakarta, Selasa (11/2).

Dia menuturkan, untuk mencapai target tersebut, perseroan mengeluarkan sejumlah produk baru. Disebutkan, secara tahunan, Kalbe selalu memasarkan sekitar 10-15 produk baru secara konsolidasi yang tersebar sepanjang tahun. Produk tersebut diprediksi mulai dipasarkan sebelum kuartal I/2014.

Namun Vidjongtisu, mengaku belum bisa menjelaskan produk yang akan dirilis pada masing-masing negara tersebut. Selain itu, dirinya berharap tahun ini dapat menambah kapasitas produksi hingga 30%. Tambahan produksi tersebut berasal dari beberapa pabrik baru, diantaranya pabrik obat kanker di Pulogadung dan perluasan pabrik obat resep di Cikarang yang membutuhkan belanja modal sekitar Rp50–100 miliar.

Menurut dia, dengan meningkatnya kebutuhan obat-obatan dan makanan kesehatan, perseroan berharap bisa meningkatkan pendapatan sekitar 15% dibanding tahun lalu. ‪Sementara itu, terkait pembangunan dua pabrik susu di Sukabumi dan Cikampek senilai Rp300-400 miliar diharapkan selesai pada tahun depan,”Rencananya pabrik di Sukabumi akan dibangun pabrik susu cair, sementara di Cikampek akan dibangun pabrik susu bubuk,” ungkapnya.

Sebagai informasi, tahun ini perusahaan farmasi milik pemerintah ini menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sekitar Rp1-1,2 triliun. Dana belanja modal tersebut digunakan untuk pengembangan empat divisi perseroan, seperti obat resep, consumer health, nutrisi dan distribusi.

Meksipun untuk penjualan pada tahun 2013 masih dalam proses finalisasi akuntan public, Vidjongtius, memproyeksikan angka penjualan pada akhir tahun lalu tumbuh sekitar 15-18% dibanding 2012. Tercatat di tahun 2012 lalu, perseroan membukukan laba bersih Rp1,73 triliun dengan pendapatan sebesar Rp10,91 triliun. Pendapatan paling signifikan disumbang dari divisi distribusi dan logistik yang mencapai Rp5,1 triliun. Disusul divisi nutrisi Rp3 triliun, obat dan resep Rp3,2 triliun dan consumer health Rp2,1 triliun. Adapun strategi perseroan untuk mencapai target penjualan tersebut, diantaranya mengeluarkan produk baru, pembukaan teritori baru, serta peningkatan pangsa pasar untuk eksisting produk. (bani)