Logistik Nasional Jelang MEA

Oleh: Ahmad Heri Firdaus

Peneliti Indef

Menjelang berlakunya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015, Indonesia sudah sepatutnya mempersiapkan diri secara matang diberbagai bidang. Karena bagaimana pun integrasi di kawasan Asia Tenggara ini harus membawa keuntungan dan peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsa.

Salah satu bidang yang paling mendesak untuk dipersiapkan adalah sistem logistik nasional. Perkembangan kinerja sistem logistik di Indonesia terbilang lambat. Secara umum, persoalan sistem logistik di Indonesia disebabkan belum adanya kesatuan visi yang mampu mendukung peningkatan daya saing pelaku bisnis dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

Bahkan, pembinaan dan kewenangan terkait kegiatan logistik relatif masih bersifat parsial dan sektoral, sehingga belum terintegrasi di masing-masing kementerian atau lembaga terkait. Kondisi umum inilah yang menyebabkan tingginya biaya logistik di Indonesia.

Benar saja, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Pusat Pengkajian Logistik dan Rantai Pasok Institut Teknologi Bandung, biaya logistik nasional diperkirakan mencapai 27% dari PDB. Buruknya sistem logistik nasional di Indonesia juga tercermin dari rendahnya Logistic Performance Index (LPI) Indonesia di mana selama 2007-2012 terlihat menurun, dari urutan 43 pada 2007 menjadi urutan 59 pada 2012.

Posisi tersebut jauh di bawah negara-negara ASEAN lainnya seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand dan Vietnam. Dalam rangka menghadapi MEA, persiapan sistem logistik nasional menjadi sangat penting mengingat bidang ini kerap memiliki permasalahan yang membujur, mulai dari regulasi hingga infrastruktur dalam arti luas.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah strategis dari Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat. Pertama, sektor jasa logistik swasta maupun Pemerintah harus bersinergi, berkolaborasi serta meningkatkan kompetisi guna mempertahankan pasar logistik nasional.

Kedua, pelaku usaha logistik dan kalangan asosiasi harus menjadi garda terdepan dalam mendorong perubahan sistem dan paradigm logistik dalam konteks pembangunan nasional, di mana sektor logistik nasional menjadi tulang punggung persaingan ekonomi global. Ketiga, perlu adanya dukungan pada penguatan dunia usaha perhubungan dan mendorong desentralisasi ekonomi.

Optimisme pertumbuhan tersebut harus didukung pula kemampuan menyelesaikan bottleneck atau pemampatan kendaraan di titik-titik strategis melalui percepatan pembangunan infrastruktur perhubungan, pemberian insentif fiskal dan moneter, yang setara sebagaimana negara lain.

Sinkronisasi kebijakan antarlembaga dan kementerian maupun Pemerintah Pusat serta Pemerintah Daerah juga harus dibangun. Dengan demikian, akan menciptakan sinergitas yang lebih optimal.

BERITA TERKAIT

SAAT INI ADA 11 MASKAPAI NASIONAL MEGAP-MEGAP - INACA Minta Pemerintah Proteksi Maskapai Domestik

Jakarta-Ketua Indonesia National Air Carrier Association (INACA) yang juga menjabat Dirut Garuda Indonesia, Ari Askhara, meminta pemerintah memproteksi maskapai nasional…

Dunia Usaha - Industri Manufaktur Nasional Sumbang PDB Tertinggi di ASEAN

NERACA Jakarta – Pemerintah bertekad untuk terus meningkatkan daya saing industri manufaktur nasional agar lebih produktif dan kompetitif di pasar…

Gubernur: Terdapat 32 Proyek Nasional di Jabar

Gubernur: Terdapat 32 Proyek Nasional di Jabar NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil mengatakan, terdapat 32…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Infrastruktur Berkualitas Rendah - Oleh ; EdyMulyadi, Program Centre for Economic and Democracy Studies (CEDeS)

Proyek infrastruktur di Indonesia ternyata berkualitas rendah dan tidak memiliki kesiapan. Bukan itu saja, proyek yang jadi kebanggaan Presiden JokoWidodo itu…

Ketika Rakyat Sekadar Tumbal

  Oleh: Gigin Praginanto Antropolog Ekonomi Politik Perekonomian nasional itu ibarat sepeda. Harus selalu dikayuh agar bergerak dan tidak jatuh.…

Relasi Pasar Domestik dan Pasar Internasional

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Fenomena globalisasi dan liberalisasi yang ditopang oleh sistem ekonomi digital yang marak…