Pasar Sambut Optimisme Kebijakan The Fed

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup menguat 19,442 poin (0,44%) ke level 4.470,190. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 4,309 poin (0,58%) ke level 752,139. Menguatnya, indeks BEI berkat aksi borong saham oleh investor asing. Dana asing terus mengalir masuk lantai bursa dalam beberapa perdagangan terakhir.

Analis PT Anugerah Securindo Indah, Bertoni Rio mengatakan, menjelang pidato perdana Gubernur Bank Sentral AS (the Fed) Janet Yellen, pasar saham di negara-negara berkembang cenderung menyambut positif,”Pasar saham di negara-negara berkembang seperti Asia maupun Eropa mengalami penguatan termasuk IHSG dan diharapkan kebijakan Gubernur the Fed dinilai positif," ujarnya di Jakarta, Selasa (11/2).

Dia menambahkan, pelaku pasar asing juga masih melakukan aksi beli saham di pasar domestik. Tercatat dalam data perdagangan efek BEI, investor asing membukukan beli bersih saham (net buy) senilai Rp533,097 miliar. Berikutnya, dirinya memprediksi indeks BEI Rabu (12/2) akan bergerak di kisaran 4.455-4.508 poin dengan peluang menembus level psikologis 4.500 poin,”Diharapkan dapat bertahan di level psikologis itu dengan memperhatikan sektor properti, perkebunan, infrastruktur," katanya.

Kendati demikian, Bertoni Rio mengatakan, pelaku pasar juga perlu mewaspadai data ekonomi china yang diproyeksikan mengalami perlambatan pertumbuhan sehingga dapat menahan laju tren kenaikan bursa saham. Dirinya merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhatikan, diantaranya Media Nusantara Citra (MNCN), Aneka Tambang (ANTM), Kawasan Industri Jababeka (KIJA), dan Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST).

Perdagangan kemarin berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 134.500 kali pada volume 2,086 miliar lembar saham senilai Rp 2,722 triliun. Sebanyak 140 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 85 saham stagnan. Sentimen positif juga datang dari bursa Asia yang kompak menguat tutup perdagangan. Bursa saham Hong Kong dan Jepang melaju kencang, naik lebih dari satu persen.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 750 ke Rp 23.125, United Tractor (UNTR) naik Rp 574 ke Rp 18.450, Mandom (TCID) naik Rp 325 ke Rp 12.925, dan Indocement (INTP) naik Rp 325 ke Rp 22.050. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 750 ke Rp 27.250, Matahari (LPPF) turun Rp 725 ke Rp 12.025, Unilever (UNVR) turun Rp 500 ke Rp 27.600, dan Mayora (MYOR) turun Rp 200 ke Rp 26.750.

Kemudian pada perdagangan sesi pertama, indeks BEI ditutup naik 13,828 poin (0,31%) ke level 4.464,576. Sementara Indeks LQ45 menguat 3,561 poin (0,48%) ke level 751,391. Saham-saham bank memimpin penguatan, indeks sektor finansial pun melaju hingga lebih dari satu persen. Di posisi berikutnya ada saham-saham komoditas.

Penguatan indeks sedikit terhambat oleh koreksi saham-saham konsumer yang kemarin sudah naik tinggi. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi sebanyak 134.500 kali pada volume 2,086 miliar lembar saham senilai Rp 2,722 triliun. Sebanyak 140 saham naik, sisanya 94 saham turun, dan 85 saham stagnan. Bursa-bursa regional berhasil mempertahankan momentum dan bertahan di zona hijau. Penguatan bursa di Asia rata-rata lebih tinggi dari BEI.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Astra Agro (AALI) naik Rp 550 ke Rp 22.925, United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 18.275, BCA (BBCA) naik Rp 200 ke Rp 10.250, dan Garda Tujuh (GTBO) naik Rp 175 ke Rp 880. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 725 ke Rp 27.275, Matahari (LPPF) turun Rp 475 ke Rp 12.275, Unilever (UNVR) turun Rp 275 ke Rp 27.825, dan Mayora (MYOR) turun Rp 175 ke Rp 26.775.

Mengawali perdagangan, IHSG dibuka menguat 3,28 poin atau 0,07% menjadi 4.454,03 , sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 1,28 poin (0,17%) ke level 749,11 seiring dengan minimnya sentimen positif baru,”Mayoritas bursa Asia bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat tipis seiring minimnya sentimen positif baru," kata analis Samuel sekuritas, Adrianus Bias.

Dia menambahkan, pelaku pasar sedang "wait and see" mengantisipasi Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen menyampaikan visi kebijakan moneternya di depan Kongres AS yang dikaitkan dengan pengurangan stimulus keuangannya.

Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah menambahkan, pasar domestik masih merespon perkembangan global di samping mencermati rilis data keuangan emiten domestik 2013,”Faktor non teknikal yang dapat menjaga IHSG adalah sentimen kinerja emiten 2013. Apabila kinerja emiten mengindikasikan pertumbuhan yang baik, maka IHSG berpotensi menuju level batas atas di 4.571 pin,”paparnya.

Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 219,25 poin (1,02%) ke level 21.798,51, indeks Nikkei naik 255,93 poin (1,77%) ke level 14.718,34 dan Straits Times menguat 12,74 poin (0,42%) ke posisi 3.030,81.(bani)

Related posts