Laba Bersih OCBC NISP Tumbuh 25% - Total Aset Mendekati Rp100 Triliun

NERACA

Jakarta - PT Bank OCBC NISP Tbk berhasil meningkatkan kinerja keuangan sepanjang 2013 dengan membukukan kenaikan total aset menjadi Rp97,52 triliun atau tumbuh 23% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp79,14 trilun. Sementara laba bersih menembus angka Rp1,14 triliun atau meningkat 25% dari Rp915 miliar pada 2012.

Menurut Direktur Utama Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, kenaikan laba bersih ini terutama didorong oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 22% menjadi Rp3,13 triliun pada 2013, tumbuh 22% dari Rp2,56 triliun pada tahun sebelumnya. Adapun kenaikan pendapatan bunga bersih terutama didorong oleh kenaikan penyaluran kredit sebesar 21% dari Rp53 triliun menjadi Rp64 triliun.

“Dari keseluruhan kredit yang disalurkan, 41% diperuntukan untuk kredit modal kerja, 39% pada kredit investasi, dan 20% kredit konsumer. Kredit yang disalurkan mencakup sektor perindustrian (25%), perdagangan (25%), jasa (22%), pertanian dan pertambangan (6%), konstruksi (2%) dan lain-lain (20%),” ujar Parwati di Jakarta, Senin (10/2).

Lebih lanjut dia menuturkan, ekspansi kredit juga senantiasa diikuti dengan konsistensi penerapan prinsip kehati-hatian demi menjaga kualitas aset bank pada level yang optimal. Hal tersebut ditunjukkan dengan penurunan jumlah kredit bermasalah bruto (gross nonperforming Loan/NPL) per akhir Desember 2013 menjadi sebesar 0,7% dan NPL netto sebesar 0,4%, jauh dibawah batas maksimal yang ditentukan Bank Indonesia sebesar 5%.

Sejumlah rasio keuangan juga menunjukkan perkembangan positif, seperti rasio kecukupan modal (CAR/capital adequacy ratio) 19,3%, net interest margin (NIM) 4,1%, return on equity (ROE) 11,9% serta return on asset (ROA) 1,8%. Demikian pula dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 92,5% dan rasio loan to funding (LTF) sebesar 83,7%.

“Kami juga memperkuat sisi permodalan melalui mekanisme penerbitan rights issue sebesar Rp3,5 triliun pada akhir tahun 2013,“ tambahnya. Oleh sebab itu, dukungan yang kuat baik dari segi finansial dan nonfinansial terutama dari Bank OCBC Singapore, terus mendorong perseroan untuk dapat memberikan pelayanan komprehensif yang lebih baik lagi kepada seluruh nasabah, melalui 339 jaringan kantor dan 752 ATM di seluruh Indonesia yang didukung oleh 6.735 orang karyawan berdedikasi. [sylke]

BERITA TERKAIT

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi

Investasi Ilegal di Bali, Bukan Koperasi NERACA Denpasar - Sebanyak 12 lembaga keuangan yang menghimpun dana masyarakat secara ilegal di…

Farad Cryptoken Merambah Pasar Indonesia

  NERACA Jakarta-Sebuah mata uang digital baru (kriptografi) yang dikenal dengan Farad Cryptoken (“FRD”) mulai diperkenalkan ke masyarakat Indonesia melalui…

OJK: Kewenangan Satgas Waspada Iinvestasi Diperkuat

NERACA Bogor-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengharapkan Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi dapat diperkuat kewenangannya dalam melaksanakan tugas pengawasan, dengan payung…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

OJK Sebut Jiwasraya akan Diselamatkan Anak Usaha

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan bahwa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan diselamatkan oleh anak…

BI Tetap Akomodatif Antisipasi Ancaman Resesi

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan kebijakan moneter dan makroprudensial akan tetap akomodatif untuk mendorong pertumbuhan…

Lewat Bank Wakaf, OJK Bidik Penyaluran Kredit di Sektor Informal

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membidik peningkatan penyaluran kredit untuk sektor informal melalui Bank…