Profit Taking Berlanjut, IHSG Kembali Terkoreksi

Selasa, 11/02/2014

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 15,917 poin (0,36%) ke level 4.450,748. Sementara Indeks LQ45 melemah 3,217 poin (0,43%) ke level 747,830. Padahal diawal perdagangan indeks BEI dibuka menguat, ditambah dasa asing yang masuk sekitar Rp 800 miliar. Namun itu semua tidak mampu membendung derasnya aksi ambil untung yang dilakukan investor domestik, sehingga indeks BEI ditutup melemah.

Berikut, indeks BEI Selasa diperkirakan masih bergerak terkoreksi seiring belum berhentinya aksi ambil untung investor lokal menikmati keuntungan karena posisi indeks BEI yang sudah menguat selama sepakan kemarin. Pada perdagangan kemarin, transaksi investor asing melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 841,79 miliar di seluruh pasar. Hanya dua sektor bertahan di zona hijau, yaitu agrikultur dan konstruksi. Sisanya terjerembab di zona merah dipimpin saham-saham manufaktur.

Perdagangan ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 239.560 kali pada volume 4,599 miliar lembar saham senilai Rp 5,337 triliun. Sebanyak 129 saham naik, sisanya 163 saham turun, dan 87 saham stagnan. Positifnya Wall Street akhir pekan lalu tidak membuat semua bursa regional melakukan hal yang sama. Bursa saham Hong Kong dan Singapura yang sempat menguat ditutup di zona merah. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 44.500, Gowa Makassar (GMTD) naik Rp 300 ke Rp 5.700, Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 275 ke Rp 6.100, dan Indocement (INTP) naik Rp 225 ke Rp 21.725. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Multi Bintang (MLBI) turun Rp 5.000 ke Rp 1,07 juta, XL Axiata (EXCL) turun Rp 350 ke Rp 4.500, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 275 ke Rp 2.725, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 225 ke Rp 17.975.

Menutup perdagangan sesi pertama, indeks BEI menguat 13,260 poin (0,30%) ke level 4.479,925. Sementara Indeks LQ45 menguat 2,427 poin (0,32%) ke level 753,474. Saham-saham konsumer dan perdagangan pagi tadi sempat naik, tapi langsung kena aksi jual setelah berada di atas. Akibatnya indeks sektor konsumer dan perdagangan pun merah.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi sebanyak 144.970 kali pada volume 2,487 miliar lembar saham senilai Rp 2,925 triliun. Sebanyak 156 saham naik, sisanya 100 saham turun, dan 86 saham stagnan. Bursa-bursa regional bergerak mixed setelah diawal perdagangan kompak menguat. Bursa saham Singapura jatuh ke zona merah gara-gara aksi ambil untung.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 475 ke Rp 21.975, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 44.150, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 22.400, dan SMART (SMAR) naik Rp 200 ke Rp 7.200. Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gowa Makassar (GMTD) turun Rp 200 ke Rp 5.200, Golden Energy (GEMS) turun Rp 145 ke Rp 1.700, Trikomsel (TRIO) turun Rp 140 ke Rp 1.280, dan XL Axiata (EXCL) turun Rp 135 ke Rp 4.715.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 30,38 poin atau 0,68% menjadi 4.497,05. Sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,85 poin (0,91%) ke level 757,89. Head of Research Valbury Asia Securities, Alfiansyah mengatakan, sisi positif yang dapat mengangkat pasar modal Indonesia di mata pelaku pasar baik domestik maupun global berkenaan dengan pandangan dari Bank Dunia terhadap Indonesia dengan tanggapan positif,”Bank Dunia menilai Indonesia masih berpeluang terhindar dari jebakan negara berpenghasilan menengah (middle income trap)," katanya.

Sisi lainya, lanjut dia, Bank Indonesia (BI) optimistis dengan kondisi ekonomi domestik. BI menilai, kondisi fundamental ekonomi hingga kini cukup kuat,”Kebijakan stabilisasi yang ditempuh oleh Pemerintah dan BI untuk menurunkan defisit transaksi berjalan dan inflasi dapat dicapai. Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi pada 2013 tercatat 5,78%," paparnya.

Sementara itu, Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa investor asing terus melakukan aksi beli saham di pasar domestik, dan memberikan sentimen positif terhadap IHSG. Pekan ini juga akan banyak perusahaan tercatat (emiten) yang merilis laporan keuangan tahunannya. Dengan dukungan volume yang masih tinggi, potensi IHSG bertahan di area positif cukup terbuka, terdapat kecenderungan indeks BEI untuk bergerak di level batas atas 4.481-4.502 poin. Tercatat bursa regional, diantaranya indeks Hang Seng dibuka menguat 40,14 poin (0,19%) ke level 21.676,99, indeks Nikkei naik 149,65 poin (1,03%) ke level 14.612,06 dan Straits Times menguat 5,63 poin (0,19%) ke posisi 3.018,77. (bani)