Pertamina Dihimbau Eksplorasi Minyak Domestik

Selasa, 11/02/2014

NERACA

Jakarta - Pemerintah dihimbau untuk memberikan kesempatan perusahaan minyak nasional untuk melakukan pencarian sumber minyak baru di dalam negeri. Anggota Komisi VII DPR, Alimin Abdullah menuturkan, kesempatan yang diberikan kepada perusahaan minyak nasional untuk melakukan pengeboran mencari sumber minyak baru membuat perusahaan minyak dalam negeri untuk dapat belajar. "Kalau saya terus terang di bidang perminyakan cobalah eksplorasi beri kesempatan perusahaan dalam negeri (Pertamina)," kata Alimin di Jakarta, Senin (10/2).

Alimin menambahkan, hal tersebut sudah dilakukan pemerintah Malaysia, pada perusahaan minyak nasionalnya yaitu Petronas. Padahal Petronas sebelumnya belajar ilmu perminyakan dari Indonesia. "Tapi ilmu mencari sesuatu yang berharga, Malaysia itu berani eksplorasi, padahal belajar ngebor ke kita, tapi orang diberi kesempatan yang bekerja," ungkapnya.

Alimin pun menambahkan, dalam hal belajar perusahaan minyak nasional pun tidak bisa disalahkan jika terjadi kegagalan. "Tapi jangan ribut ternyata habis sekian juta dolar nggak dapat ini pemborosan, kan belajar. Akhirnya punya kemampuan, perusahan itu," tukasnya.

Di sisi lain, empat perusahaan migas dipastikan melanjutkan eksplorasi di Kabupaten Sumenep. Keempat perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (K3S) yakni Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), SPE Petrolium, PetroJava, dan Energi Mineral Langgeng (EML).

Kepala Kantor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Abdul Kahir, mengatakan PT HCML positif melanjutkan eksplorasinya di perairan Pulau Raas, SPE Petrolium di Kecamatan Pragaan, PT EML di Kecamatan Saronggi, sementara Petro Java di Blok North Kangean. "Dua onshore dan dua lagi offshore," katanya.

Kahir mengingatkan empat perusahaan asing itu wajib terus berkomunikasi secara intensif dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep serta menjalin kerja sama dengan BUMD milik Sumenep, salah satunya adalah PT Wira Usaha Sumekar (WUS). Sejauh ini baru PT Husky yang paling intensif melakukan komunikasi.

Husky, lanjut dia, bahkan memberi pelatihan kepada tenaga sumber daya manusia di PT WUS dan Kantor ESDM Sumenep dalam hal pengadaan barang dan jasa terkait dengan kegiatan eksplorasi migas. "Kerja sama ini dimaksudkan supaya Sumenep tidak hanya dieksploitasi saja kekayaan alamnya." Jika empat perusahaan itu mengeksploitasi, ada syarat lanjutan yang harus dipenuhi, yaitu memiliki kantor perwakilan di Sumenep dan bekerja sama dengan BUMD.

Sebelum empat perusahaan itu, sudah ada dua perusahaan migas lain yang melakukan eksploitasi migas di Sumenep, yaitu PT Santos dan PT Kangean Energi Indonesia (KEI). PT Santos, yang beroperasi sejak 2007, tidak hanya menggarap Blok Maleo di Kecamatan Gili Genting, tapi juga Blok Peluang. Sedangkan PT KEI menggarap sumur migas di Pulau Pagerungan Besar dan sumur Terang Sirasun Batur (TSB) di perairan Pulau Komirian, Kecamatan Raas. "Yang sumur Sepanjang sudah ditinggalkan KEI karena cadangan minyaknya habis," jelasnya.