Jelang IPO, Citilink Cari Investor Strategis

Guna mengembangkan bisnis usaha penerbangan yang saat bersaing cukup sengit, rupanya PT Citilink Indonesia yang merupakan anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengakui tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada kerjasama dengan investor strategis. Oleh karena itu, saat ini perseroan tengah mencari investor strategis untuk bersama mengembangkan kinerja perseroan ke depan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar mengatakan, tujuan anak usaha perseroan mencari mitra stategis bukan hanya berharap dari segi penyertaan suntikan dana. Namun, lebih ke pengelolaan manajemen bisnis maskapai bertarif rendah (low cost carrier/LCC), sehingga menjadi lebih baik,”Partner yang kita inginkan ini bukan hanya partner untuk pendanaan, tapi partner yang juga tahu bagaimana membawa bisnis penerbangan LCC. Citilink kita lihat ke depan dan tentunya ujung-ujungnya kita ingin Citilink itu IPO,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, dengan pengelolaan manajemen bisnis baru bersama mitra strategis, dia berharap Citilink dapat segera melepaskan saham perdana ke publik (initial public offering/IPO). Perseroan telah menunjuk penasehat keuangan (financial advisor) yaitu Standard Chartered Bank yang bertujuan untuk melakukan uji kelaikan (fit and proper test) kepada investor stategis.

Dia berharap, penunjukan mitra stategis tersebut dapat diputuskan pada semester pertama tahun ini,”Meskipun Citilink nantinya dapat menggandeng mitra strategis, namun saham perseroan masih akan tetap mayoritas. Ada beberapa calon peminat yang masih dalam tahap negosiasi dengan financial advisor, tetapi kami masih belum bisa menyebutkan,"kata Emirsyah. (bani)

BERITA TERKAIT

Cari Potensi Pertumbuhan

Indonesia saat ini membutuhkan investasi yang besar dari luar sebagai sumber pembiayaan pembangunan. Apalagi, dengan realitas rendahnya kapasitas tabungan domestik…

Dafam Patok Harga IPO Rp 115 Per Saham

Pemilik jaringan hotel Dafam, PT Dafam Property Indonesia Tbk mematok harga penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO)…

RS Hermina Bidik Dana IPO Rp 1,75 Triliun - Harga Rp3.7000 –Rp.500 Per Saham

NERACA Jakarta – Menjangkau pasar lebih luas lagi dengan terus membangun rumah sakit baru, induk perusahaan rumah sakit Hermina, PT…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Multi Bintang Bagikan Dividen Rp 1,32 Triliun

NERACA Jakarta - Masih tumbuh positifnya industri pariwisata memberikan dampak berarti terhadap penjualan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) sebagai…

Graha Layar Bakal Stock Split Saham

Guna memenuhi aturan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk ketentuan free float saham atau jumlah saham yang beredar di publik,…

MMLP Bidik Rights Issue Rp 447,79 Miliar

Dalam rangka perkuat modal, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP), emiten pengelola pergudangan berencana untuk melaksanakan penambahan modal tanpa hak…