Bappenas Pede Groundbreaking Tercapai Tahun Ini

Program MP3EI

Senin, 10/02/2014

NERACA

Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional mengaku optimistis target groundbreaking atau konstruksi awal mega proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dapat tercapai pada 2014 dengan total nilai proyek sebesar Rp1.500 triliun. Pasalnya, pada akhir tahun lalu, nilai proyek yang telah melewati proses groundbreaking sudah mencapai Rp828,72 triliun. Menurut rencana, sisanya yang sebesar Rp671,28 triliun akan terpenuhi pada tahun ini.

“Target investasi itu berasal dari rencana pembangunan 365 proyek yang masuk dalam program MP3EI. Saya sangat yakin target groundbreaking mega proyek pada akhir tahun ini dapat terpenuhi sebesar Rp1.500 triliun. Sebab, potensi Indonesia sangat besar untuk merealisasikan proyeksi ini yang membuat investor masih tetap tertarik terhadap iklim investasi di sini,” aku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Armida Salsiah Alisjahbana, di Jakarta, Jumat (7/2) pekan lalu.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang cukup tinggi diklaim menjadi peluang optimalisasi proyek-proyek pembangunan infrastruktur tahun ini. Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Komite Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI), Lucky Eko Wuryanto menambahkan, target groundbreaking 166 dari 365 proyek pada 2014 ini tersebar di enam koridor.

Wilayah Kalimantan mendapatkan alokasi dana terbesar hingga mencapai Rp129,04 triliun atau sekitar 20,5% dari total investasi. Rencana investasi juga akan diberikan ke koridor Papua dan Kepulauan Maluku sebesar Rp125,75 triliun (20,1%). Diikuti Bali-Nusa Tenggara Rp114,74 triliun (18,2%), Sumatera Rp111,62 triliun (17,7%), Sulawesi Rp79,94 triliun (12,7%), dan Jawa Rp67,82 triliun (10,8%).

"Masih banyak yang perlu kami selesaikan untuk menyukseskan program MP3EI. Sukses atau tidaknya proyek ini tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak. Termasuk membuka akses lahan bagi proyek tersebut," ungkap Lucky.

Berdasarkan data KP3EI, realisasi groundbreaking hingga akhir 2013 tersebar di enam koridor ekonomi dengan pencapaian terbesar terjadi di kawasan Jawa senilai Rp296,34 triliun. Pembangunan proyek MP3EI juga sudah terealisasi di koridor Sumatera senilai Rp133,16 triliun, Kalimantan Rp176,79 triliun, Sulawei Rp62,72 triliun. Disusul koridor Bali-Nusa Tenggara senilai Rp53,85 triliun dan Papua-Maluku Rp105,86 triliun. Proyek di bidang infrastruktur mencatat investasi tertinggi senilai Rp279 triliun, disusul pertambangan Rp268 triliun, industri manufaktur Rp137 triliun dan sektor energi Rp108 triliun. [lulus]