Golden Energy Siapkan Dana Rp 112 Miliar - Bangun Infrastruktur Tambang

NERACA

Jakarta – Tahun ini, PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) menyiapkan dana investasi untuk kegiatan usahanya sebesar Rp112 miliar pada tahun 2014 jumlah ini meningkat 15% dibandingkan tahun lalu. Peningkatan biaya belanja modal ini imbas dari meningkatnya target volume produksi batubara sebesar 6,9 juta ton atau naik 28% dibandingkan dengan target volume produksi di tahun 2013 yang berkisar diangka 4,96 juta ton.

Sekretaris Perusahaan Sudin Sudirman menuturkan, kenaikan produksi pada tahun ini merupakan salah satu rencana dari pertumbuhan perseroan. Pasalnya, perseroan telah menginvestasikan dananya di tahun 2013 untuk pembangunan infrastruktur tambang,”Dana investasi ini dipersiapkan untuk mendukung akselerasi penjualan perseroan pada tahun ini. Adapun sumber pendanaan, seluruhnya akan berasal dari kas internal kami. Dana ini nantinya akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur”, katanya dalam siaran persnya di Jakarta akhir pekan lalu.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa perseroan menargetkan dapat meningkatkan volume penjualan batu bara menjadi 9 juta ton. Angka ini naik sekitar 7% dibandingkan realisasi volume penjualan batu bara di tahun 2013 sebesar 8,4 juta ton. Angka ini disebutnya sejalan dengan meningkatnya volume produksi perseroan.“Kami juga berharap penjualan batu bara juga bisa tumbuh. Mungkin sekitar 7%”, pungkasnya.

Sebagai catatan, sebelumnya Perseroan melalui entitas usahanya, PT Borneo Indobara tengah merampungkan proyek ekspansi pelabuhan Bunati yang terletak di desa Bunati, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Di proyek tersebut, Golden Energy Mines sedang membangun newline conveyor yang ditargetkan rampung pada akhir 2013 lalu.

Jika newline conveyor tersebut selesai, kapasitas batu bara dapat meningkat dari 4 juta metrik ton menjadi 12 juta metrik ton. Perseroan juga tengah menyelesaikan proyek telescopic chute di Bunati. Disamping itu, melalui anak usahanya juga, PT Tanjung Belit Bara Utama, perseroan pun sedang membangun pelabuhan Nilau dan membangun jalan baru di Desa Teluk Nilau, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Saat ini Perseroan melalui entitas usahanya, memiliki 12 konseis pertambangan dengan 1 konsesi berstatus Perjanjian Karya Pengusaha Batu Bara (PKP2B) dan 11 konsesi lainnya ber status Izin Usaha Pertambangan (IUP). Entitas usaha dari PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) ini memiliki sumber daya batu bara sebesar 1,9 miliar ton dengan cadangan batu bara yang dimiliki mencapai 849 juta ton.

Hingga akhir kuartal ketiga 2013 perseroan membukukan penjualan bersih Rp3,01 triliun. Jumlah ini tercatat sedikit lebih rendah dibanding dengan penjualan perseroan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp3,02 triliun. Kendati penjualan mengalami penurunan, namun perseroan berhasil mencatat peningkatan pada laba yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk sebesar 7,77% menjadi Rp169,68 miliar di kuartal ketiga 2013 dari sebelumnya Rp157,45 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Hal ini disebabkan beban pokok penjualan yang berhasil ditekan menjadi Rp2,40 triliun serta adanya peningkatan yang cukup signifikan pada keuntungan selisih kurs bersih sebesar Rp135,54 miliar di kuartal ketiga 2013. (nurul)

BERITA TERKAIT

Kasus Produk Reksadana Dihentikan - BEI Pastikan Tidak Berpengaruh Bagi IHSG

NERACA Jakarta – Industri pasar modal sangat sensitif terhadap berbagai isu baik dari dalam dan luar negeri, termasuk soal kasus…

Kejar Pertumbuhan Penjualan di 2020 - Darma Henwa Jajaki Empat Proyek Tambang

NERACA Jakarta – Berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan di kuartal tiga 2019, seiring dengan pertumbuhan produksi batu bara memacu PT Darma…

Penyederhaan Perijinan - Bappebti Percepat Implementasi Resi Gudang

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Jakarta Garden City Raih Golden Property Awards 2019

Perumahan skala kota (township) Jakarta Garden City seluas 370 hektar yang dikembangkan PT Mitra Sindo Sukses, anak perusahaan dari PT…

Waspadai Dampak Sistemik - BEI Terus Pantau Reksadana Gagal Bayar

NERACA Jakarta –Guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan investor terhadap produk investasi reksadana yang gagal bayar, PT Bursa Efek Indonesia…

Saham Perdana IFSH Dibuka Melesat 47,73%

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) pada Kamis (5/12) dibuka menguat tajam…